LANGIT7.ID - Lupa merupakan suatu kewajaran bagi manusia. Demikian pula dalam menghafalkan Al-Qur’an. Namun lupa juga menyimpan hikmah besar dari Allah Ta’ala.
Pendiri Quantum Akhyar Institute, Ustadz Adi Hidayat (UAH), mengatakan, sifat hafal dan lupa merupakan fitrah kehidupan. Lupa merupakan bagian dari anugerah dari Allah Ta’ala untuk meringankan beban manusia.
“Jika anda ingat mulai lahir hingga sekarang, tidak bisa tidur anda. Berat bebannya. Maka itu, beberapa bagian tertentu diberikan anugerah lupa, untuk memberikan keringan dalam kehidupan kita,” kata UAH melalui kanal youtube Adi Hidayat Official, Kamis (9/9/2021).
Selain itu, ada lupa dalam konteks tertentu untuk menambah pahala. Dia mencontohkan saat seseorang berupaya menghafal Al-Qur’an. Ada kondisi orang tidak bermaksiat, ikhtiar menghafal sudah maksimal, tahajud rutin, namun tetap susah menghafal Al-Qur’an.
“Itu ternyata bagian dari rahmat Allah Ta’ala, di antaranya untuk memberikan tambahan pahala dengan mengulang ayat yang dia usahakan untuk dia hafal,” kata UAH.
Menurut UAH, ukuran hafalan Al-Qur’an bukan dari jumlah ayat atau juz yang dihafal, namun berapa banyak ikhtiar untuk menghadirkan ayat-ayat Allah ke dalam jiwa.
Hafalan Al-Qur’an diukur berdasarkan kemampuan usaha seseorang. Allah menilai ikhtiar seseorang, bukan jumlah juz yang dihafal. Jika pahala hanya berdasar pada juz yang telah dihafal, maka itu sama saja rugi. Allah sangat adil menjadikan ikhtiar manusia sebagai ukuran pemberian pahala.
Maka kalimat Rasulullah SAW jelas dalam sebuah hadis riwayat Imam Tirmidzi, “Barangsiapa yang membaca satu huruf Al-Qur’an baginya mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan tersebut dilipatgandakan menjadi sepuluh kalinya.”
Secara umum, tidak ada orang yang mampu langsung menghafal satu ayat hanya dalam satu kali baca. Pasti satu ayat itu diulang sampai berulang kali. Belum lagi kewajiban murojaah setelah menghafal.
“Pada saat berusaha menghafal itu, berapa huruf telah dibacakan. Jadi, ada orang yang diinginkan oleh Allah melimpah dulu pahala kepadanya. Ada hikmah besar yang Allah ingin tunjukkan kepada kita,” ucap UAH.
(jqf)