LANGIT7.ID-, Jakarta- - Dalam hiruk-pikuk kehidupan modern, banyak orang yang terjebak dalam kecemasan akan masa depan, terutama mengenai rezeki dan kematian. Namun, ajaran Islam memberikan perspektif yang menenangkan tentang bagaimana seharusnya seorang Muslim menjalani hidupnya dengan penuh keyakinan dan ketentraman.
Ustadz Khalid Basalamah, dalam salah satu ceramahnya, menekankan pentingnya fokus pada hubungan dengan Allah SWT daripada terlalu memikirkan rezeki dan ajal. Beliau menyampaikan pemikiran Ibnu Qayyim yang menyatakan, "Seharusnya setiap muslim itu fokus memikirkan bagaimana hubungan terbaik terjadi antara dia sama Tuhannya, Allah subhanahu wa ta'ala. Dia menjalankan tugas dengan baik dan kewajiban yang telah dibebankan kepadanya dan maksimal, serta tidak usah terlalu banyak fokus memikirkan masalah rezeki dan ajal," ujar dia dalam akun instagram nya, dikutip Rabu (7/8/2024).
Baca Juga:
Pesan Inspiratif AA Gym: Kunci Kebahagiaan dalam Melepaskan Iri dan DengkiPernyataan ini bukan berarti kita dilarang berikhtiar atau berusaha dalam mencari rezeki. Sebaliknya, kita dianjurkan untuk tetap bekerja dan berusaha, namun dengan kesadaran bahwa segala sesuatu telah ditentukan oleh Allah SWT. Sikap ini akan membawa ketenangan dan kepasrahan yang positif dalam menjalani kehidupan.
Ustadz Khalid Basalamah juga mengutip pemikiran Hasan Al-Bashri, seorang ulama besar, yang memberikan pandangan serupa tentang ketenangan hidup. Konsep ini sangat relevan dalam konteks kehidupan modern yang sering kali dipenuhi stress dan kecemasan akan masa depan. Dengan mengadopsi pandangan ini, seorang Muslim dapat menemukan ketenangan batin yang sejati, terlepas dari kondisi eksternal yang mungkin tidak selalu menguntungkan.
Penting untuk diingat bahwa konsep ini tidak menganjurkan sikap pasif atau malas. Sebaliknya, ini adalah panggilan untuk bekerja dan beribadah dengan sungguh-sungguh, namun tanpa beban kecemasan yang berlebihan. Kita diajak untuk melakukan yang terbaik dalam segala aspek kehidupan, sambil menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.
Dalam praktiknya, pemahaman ini dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Misalnya, dalam karir, kita tetap berusaha dan bekerja keras, namun tidak larut dalam kecemasan berlebihan akan promosi atau kenaikan gaji. Dalam pendidikan, kita belajar dengan tekun, namun tidak stress berlebihan akan hasil ujian. Dalam hubungan sosial, kita berbuat baik kepada sesama, tanpa terlalu memikirkan balasan atau pengakuan dari orang lain.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, seorang Muslim dapat menjalani hidup dengan lebih tenang, fokus, dan produktif. Ketenangan batin yang diperoleh dari keyakinan bahwa segala sesuatu telah diatur oleh Allah SWT akan membawa pada kualitas hidup yang lebih baik, baik secara spiritual maupun emosional.
Pada akhirnya, ajaran yang disampaikan oleh Ustadz Khalid Basalamah ini mengajak kita untuk menjadi hamba Allah yang seimbang - berusaha dengan maksimal namun tetap berserah diri, bekerja keras namun tetap tenang, dan fokus pada ibadah serta amal saleh sebagai bekal utama menghadapi kehidupan akhirat.
(lam)