LANGIT7.ID-, Jakarta- - Sabtu lalu, Gedung Putih menyatakan "sangat prihatin" atas jatuhnya korban sipil setelah serangan udara Israel di sebuah sekolah Gaza yang menampung warga Palestina pengungsi. Menurut tim penyelamat, serangan ini menewaskan lebih dari 90 orang.
"Kami sangat prihatin dengan laporan korban sipil di Gaza," ujar juru bicara Dewan Keamanan Nasional, Sean Savett, dalam sebuah pernyataan.
Savett menambahkan, "Kami sedang berkomunikasi dengan rekan-rekan Israel, yang menyatakan bahwa mereka menargetkan pejabat senior Hamas. Kami meminta informasi lebih lanjut."
Israel bersikeras bahwa mereka menargetkan militan Hamas di dalam sekolah agama yang menampung warga Palestina pengungsi. Namun, serangan ini telah memicu kecaman internasional.
AFP belum dapat memverifikasi jumlah korban secara independen. Jika dikonfirmasi, ini akan menjadi salah satu serangan dengan korban terbanyak selama 10 bulan perang antara Israel dan militan Palestina sejak serangan Hamas pada 7 Oktober lalu.
Savett menjelaskan bahwa Hamas telah menggunakan sekolah-sekolah sebagai basis operasi, "tetapi kami juga telah berulang kali dan secara konsisten menyatakan bahwa Israel harus mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan korban sipil."
Dengan otoritas Gaza melaporkan bahwa jumlah korban tewas dalam perang ini telah melampaui 39.790, Savett menegaskan bahwa "terlalu banyak warga sipil yang terus terbunuh dan terluka."
Serangan ini "menekankan urgensi gencatan senjata dan kesepakatan penyandera, yang terus kami upayakan tanpa lelah," tutupnya.
(lam)