LANGIT7.ID-, Jakarta- - Kabar mengejutkan dari dunia penerbangan! American Airlines kembali membuat gebrakan dengan memperpanjang penghentian penerbangan ke Israel hingga akhir Maret 2025. Keputusan ini merupakan kelanjutan dari kebijakan yang telah diterapkan sejak awal konflik di Gaza. Wow, sungguh langkah yang berani!
Juru bicara maskapai mengumumkan pada hari Rabu bahwa para traveler yang sudah membeli tiket ke Tel Aviv tak perlu panik. Mereka bisa mengubah jadwal penerbangan tanpa biaya tambahan atau membatalkan perjalanan dan mendapatkan refund penuh.
Baca juga:
Biden dan Harris Diskusi Gencatan Senjata Gaza dengan NetanyahuPenerbangan ke Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv akan dihentikan hingga 29 Maret. American Airlines telah memperbarui travel advisory di website mereka pada akhir pekan lalu.
"Kami akan terus berkolaborasi erat dengan maskapai mitra untuk membantu pelanggan yang bepergian antara Israel dan kota-kota Eropa dengan layanan ke AS," ungkap juru bicara tersebut. Komitmen pelayanan yang patut diacungi jempol di tengah situasi sulit!
Bukan cuma American Airlines, Delta Air Lines juga ikut memperpanjang penghentian penerbangan ke Tel Aviv hingga 30 September dari sebelumnya 31 Agustus. Sementara itu, United Airlines telah menghentikan layanan untuk waktu yang tidak ditentukan. Ketiga maskapai raksasa AS ini menghentikan penerbangan ke Israel tak lama setelah serangan Hamas pada 7 Oktober yang memicu perang.
Tren penghentian penerbangan ini juga diikuti banyak maskapai internasional lainnya, meskipun beberapa sudah mulai terbang lagi ke Israel. Lufthansa dari Jerman baru-baru ini mengumumkan penghentian semua penerbangan ke Tel Aviv, Amman, Beirut, Tehran, dan Erbil di Irak hingga Senin depan berdasarkan "analisis keamanan terkini". Keselamatan memang yang utama!
Konflik yang terjadi telah menimbulkan duka mendalam. Sekitar 1.200 warga Israel, mayoritas sipil, tewas dalam serangan 7 Oktober. Hal ini diikuti dengan serangan balasan Israel ke Gaza yang mengakibatkan sekitar 40.000 korban jiwa menurut kementerian kesehatan yang dikendalikan Hamas di sana. Upaya AS untuk menjadi penengah dalam perjanjian gencatan senjata sayangnya belum membuahkan hasil. Kita berharap perdamaian segera terwujud!
(lam)