LANGIT7.ID-, Jakarta- - Diplomat tertinggi Uni Eropa mengatakan UE harus mempertimbangkan sanksi menanggapi seruan menteri keamanan nasional sayap kanan Israel untuk menghentikan bantuan ke Gaza.
Dalam tulisannya di platform X pada Minggu malam, kepala kebijakan luar negeri UE Josep Borrell menyatakan bahwa komentar terbaru Itamar Ben-Gvir merupakan "hasutan untuk kejahatan perang," dan menambahkan bahwa "sanksi harus masuk dalam agenda UE kita."
![Diplomat Tertinggi UE Kritik Seruan Menteri Sayap Kanan Israel untuk Hentikan Bantuan ke Gaza]()
Dalam postingannya sendiri di X dan wawancara media, Ben-Gvir mengatakan bahwa alih-alih menyetujui kemungkinan kesepakatan gencatan senjata, Israel harus memblokir masuknya bantuan kemanusiaan dan bahan bakar ke Gaza sampai Hamas membebaskan semua sandera, dengan mengatakan bahwa hal itu akan membuat kelompok militan tersebut bertekuk lutut.
Ben-Gvir juga berulang kali menyerukan agar Israel secara permanen menduduki kembali Gaza, membangun kembali permukiman Yahudi di sana, dan mendorong migrasi "sukarela" warga Palestina dari wilayah tersebut.
Ben-Gvir, anggota kunci koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, telah mengancam untuk menjatuhkan pemerintahan jika terlalu banyak konsesi dalam pembicaraan gencatan senjata.
Borrell meminta pemerintah Israel untuk "secara tegas menjauhkan diri dari hasutan untuk melakukan kejahatan perang ini," dan untuk terlibat "dengan itikad baik" dalam negosiasi gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir.
Amerika Serikat dan sekutu Barat Israel lainnya berulang kali menyuarakan keprihatinan tentang pembunuhan warga sipil Palestina dan pembatasan Israel terhadap operasi bantuan dalam perang yang telah berlangsung 10 bulan ini. Namun, mereka terus memberikan dukungan militer dan diplomatik yang vital untuk ofensif Israel.
(lam)