LANGIT7.ID-, Jakarta- - Nilai tukar rupiah mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan sore ini, menyusul reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo. Mata uang rupiah ditutup menguat 143 poin ke level Rp15.550 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat menyentuh penguatan 145 poin dari penutupan sebelumnya di Rp15.693.
Penguatan rupiah ini terjadi di tengah sentimen positif pasar terhadap dilantiknya tiga menteri baru dan satu wakil menteri dalam reshuffle kabinet. Ibrahim Assuaibi, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, mengatakan, "Reshuffle kabinet kali ini untuk mendukung transisi dari pemerintahan Jokowi ke pemerintahan Prabowo," ujar dia dalam keterangan resmi, Senin (19/8/2024).
Meski demikian, pergerakan rupiah juga dipengaruhi oleh faktor eksternal. Investor global saat ini tengah menantikan rilis notulen rapat kebijakan Federal Reserve bulan Juli dan pidato Ketua Jerome Powell di Jackson Hole. Kedua peristiwa ini diprediksi akan menjadi katalis utama volatilitas mata uang pekan ini.
Sementara itu, tensi geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian pasar. Kunjungan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken ke Tel Aviv dalam upaya mendorong gencatan senjata di Gaza belum membuahkan hasil konkret.
Untuk perdagangan besok,Ibrahim memproyeksikan, "Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp15.480 - Rp15.590."
Meskipun tren penguatan terlihat menjanjikan, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati perkembangan faktor domestik dan global yang dapat mempengaruhi pergerakan rupiah di masa mendatang.
(lam)