LANGIT7.ID-, Jakarta- - Apakah Anda sering merasa doa Anda tidak terkabul? Mungkin ada satu hal penting yang terlewatkan saat Anda berdoa. Menurut Ustaz Khalid Basalamah, salah satu syarat penting agar doa diterima oleh Allah adalah dengan memulai doa dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Doa yang Tidak Disertai Pujian dan ShalawatDalam sebuah cerita, Ustaz Khalid Basalamah mengisahkan tentang seorang sahabat yang masuk ke masjid dan langsung mengangkat tangan untuk berdoa. Sahabat tersebut berkata, “Allahumma Firli,” yang berarti “Ya Allah, maafkanlah aku.” Namun, dia tidak memulai doanya dengan memuji Allah atau mengucapkan shalawat. Melihat hal itu, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Orang ini tergesa-gesa sekali.”
Mengapa demikian? Rasulullah SAW menekankan pentingnya memulai doa dengan memuji Allah terlebih dahulu dan mengucapkan shalawat kepada beliau. Hal ini menunjukkan etika dalam berdoa yang sebaiknya diikuti oleh setiap Muslim.
Pujian dan Shalawat sebagai Pembuka Pintu KeberkahanUstaz Khalid Basalamah menegaskan bahwa memulai doa dengan pujian kepada Allah dan shalawat tidak hanya mematuhi tuntunan Nabi, tetapi juga membuka pintu keberkahan dalam doa. “Makin sering kita memuji Allah, makin Allah bukakan pintu puji-pujian itu,” ungkap Ustaz Khalid, dikutip Rabu (21/8/2024).
Bagi yang belum terbiasa, Anda bisa mulai dengan pujian sederhana. Ucapkan “Alhamdulillah, washolatu wassalamu ala Rasulillah” atau bisa menggunakan bahasa Indonesia, “Ya Allah, segala puji bagimu, Tuhan alam semesta, Engkau yang telah menghidupkan aku dan memberikan kesempatan untuk berdoa ini.” Semakin Anda terbiasa memuji Allah, semakin mudah Anda menemukan kata-kata untuk menyanjung-Nya dalam doa.
Susunan Doa yang TepatSetelah memuji Allah dan bershalawat, barulah kita sampaikan permohonan kita. Misalnya, “Ya Allah, sembuhkanlah aku dari penyakit ini, lunasilah hutangku, mudahkanlah urusanku, berikanlah hidayah kepada suami/istriku, atau berikanlah petunjuk kepada anakku.” Apa pun hajat Anda, sampaikanlah kepada Allah SWT dengan cara yang penuh adab dan sesuai dengan tuntunan Nabi.
Penting juga untuk diingat bahwa doa bisa dipanjatkan dalam bahasa yang kita pahami. Jika Anda belum hafal doa dalam bahasa Arab, doa dalam bahasa Indonesia pun tetap diterima, asalkan diawali dengan pujian dan shalawat.
Berdoa bukan sekadar menyampaikan permohonan kepada Allah, tetapi juga momen untuk memuji dan menyanjung-Nya. Dengan memulai doa dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, Anda tidak hanya mematuhi sunnah, tetapi juga membuka pintu keberkahan dalam doa Anda.
Sebagai penutup, ingatlah bahwa “Makin sering kita memuji Allah, makin Allah bukakan pintu puji-pujian itu,” seperti yang disampaikan oleh Ustaz Khalid Basalamah. Dengan begitu, semoga setiap doa yang kita panjatkan dapat diterima dan dikabulkan oleh Allah SWT.
(lam)