Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Prof Mu'ti Beberkan Rahasia Sukses Tangani Covid-19 Dalam Forum Internasional di Brazil

tim langit 7 Rabu, 21 Agustus 2024 - 19:25 WIB
Prof Mu'ti Beberkan  Rahasia Sukses Tangani Covid-19 Dalam Forum Internasional di Brazil
LANGIT7.ID-Brazil; Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. Abdul Mu'ti mengatakan, Indonesia mencatat sejarah sebagai salah satu negara yang paling sukses dalam menangani pandemi Covid-19. Keberhasilan ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari strategi dan kebijakan komprehensif yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat sipil.

"Muhammadiyah, salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, memainkan peran kunci dalam perjuangan ini," ujar Prof Mu'ti saat tampil dalam acara "The 2024 G20 ainterfaith Forum And PaRD Annual Forum on Religion And Sustainable Development" yang digelar di Hotel Tulip Brazilia mulai 19-22 Agustus.

Tema besar dari forum ini adalah " Leave No One Behind The Well Being of The Planet and Its People". Dalam acara ini, Prof Mu'ti berbicara di dua session. Pertama tentang Rebuilding From Covid 19 pada 20 Agustus dan Cross Culture Religiuous Literacy pada 21 Agustus. Banyak tokoh dunia yang ikut tampil dalam forum ini, termasul pejabat dari Deplu maupun dari NU.

Menurut Prof Mu'ti, pendekatan yang menyeluruh dan keterlibatan semua pihak menjadi kunci utama kesuksesan dalam menangani pandemi.

Muhammadiyah: Garda Depan Penanganan Covid-19
Menurut Prof Mu'ti, saat pandemi melanda, Muhammadiyah segera bertindak dengan membentuk Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC). Tugas utama MCCC adalah mengoordinasikan kebijakan dan program Muhammadiyah untuk memerangi Covid-19. Dalam upayanya, Muhammadiyah tidak hanya menyediakan layanan medis, tetapi juga memberikan bantuan spiritual, sosial, dan budaya untuk masyarakat yang terdampak.

"Muhammadiyah mengeluarkan fatwa dan protokol spiritual yang memberikan panduan teologis tentang bagaimana memahami pandemi, melaksanakan ritual keagamaan, serta cara-cara praktis untuk mencegah penyebaran virus," ujar Prof Mu'ti. Lebih dari 22.000 relawan Muhammadiyah, termasuk dokter, perawat, dan konsultan psikososial, dikerahkan di 82 rumah sakit serta seluruh struktur kepemimpinan Muhammadiyah dari tingkat nasional hingga lokal.

Tidak hanya itu, kata guru besar UIN Ciputat ini, Muhammadiyah juga bekerja sama dengan pemerintah, perusahaan, lembaga internasional, dan organisasi lintas agama untuk menyelenggarakan vaksinasi massal, edukasi publik, dan pengembangan komunitas. "Inilah salah satu kunci mengapa Indonesia mampu menghadapi pandemi dengan lebih baik dibandingkan banyak negara lain," tambah Prof Mu'ti.

Ancaman Baru: Bencana Alam dan Penyakit
Dijelaskan Prof Mu'ti, setelah pandemi mereda, Indonesia masih dihadapkan pada berbagai ancaman lainnya. Terletak di "Ring of Fire", Indonesia adalah salah satu negara yang paling rentan terhadap bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi. Belum lagi bencana buatan manusia seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan yang sering terjadi.

Selain bencana alam, ancaman lain datang dari penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan hidup tidak sehat seperti tuberkulosis, diabetes, HIV-AIDS, dan serangan jantung. Jumlah kasus kesehatan mental juga semakin meningkat, dengan lonjakan angka bunuh diri, depresi, dan gangguan psikologis di berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak dan remaja.

Muhammadiyah, ujarnya, menyadari tantangan ini dan berupaya untuk membangun ketahanan bencana di masyarakat melalui pendekatan holistik yang melibatkan peran agama, edukasi publik, dan kemitraan.

Membangun Masyarakat yang Lebih Tangguh
Jadi, apa yang bisa dilakukan untuk membangun masyarakat yang lebih sehat dan tangguh? Menurut Prof Mu'ti, Pertama, pentingnya memperkuat peran agama sebagai panduan hidup dan solusi masalah. Muhammadiyah menekankan perlunya penafsiran ulang teks-teks agama secara progresif dan kontekstual, agar ajaran agama lebih relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua, meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang penyakit dan bencana melalui edukasi publik yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pendidik, pemimpin agama, influencer, dan organisasi masyarakat sipil. Gaya hidup sehat perlu dipromosikan melalui peran aktif keluarga, lingkungan sekitar, sekolah, organisasi pemuda, dan fasilitas umum.

Ketiga, kemitraan antara pemerintah, lembaga internasional, dan organisasi keagamaan sangat penting untuk memperkuat ketahanan bencana. Ini mencakup mitigasi bencana, kesiapan mental, dan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya penyelamatan diri dan lingkungan.

Salah satu tradisi yang sangat relevan dalam konteks Indonesia, kata Prof Mu'ti, adalah gotong royong, yang berarti bekerja sama untuk kebaikan bersama. Dengan memanfaatkan tradisi ini, masyarakat Indonesia dapat membangun solidaritas yang kuat dan menghadapi berbagai tantangan dengan lebih baik.

Dijelaskan Prof Mu'ti, membangun masyarakat yang sehat tidak hanya bergantung pada teknologi medis yang canggih, tetapi juga pada mindset dan mentalitas masyarakat tentang bencana serta bagaimana mereka bisa menyelamatkan diri dan alam sekitarnya.

Kesimpulan: Menuju Masa Depan yang Lebih Baik
Dalam kesimpulan pemaparannya, Prof Mu'ti menyatakan, Pandemi Covid-19 telah memberikan banyak pelajaran berharga bagi Indonesia. Melalui kerja sama yang solid antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan masyarakat itu sendiri, Indonesia telah menunjukkan bahwa ketangguhan dan solidaritas adalah kunci dalam menghadapi tantangan besar.

Namun, pekerjaan belum selesai. Dengan ancaman bencana alam dan penyakit yang terus menghantui, penting bagi Indonesia untuk terus membangun ketahanan melalui pendekatan yang holistik dan berkelanjutan. Muhammadiyah, bersama dengan berbagai pihak lainnya, akan terus berada di garis depan dalam upaya ini, demi masa depan Indonesia yang lebih kuat dan lebih sehat(bil)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)