Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home global news detail berita

KH Taufik Damas Bagikan Cerita yang Layak Dibaca: Ulama, Iqra, dan Covid-19

Muhajirin Ahad, 11 Juli 2021 - 00:29 WIB
KH Taufik Damas Bagikan Cerita yang Layak Dibaca: Ulama, Iqra, dan Covid-19
Wakil Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Taufik Damas. LANGIT7.ID/ Dok Pribadi
LANGIT7.ID, Jakarta - Siapa yang tidak kenal kiai nyentrik ini di jagad Twitter? Dia adalah Wakil Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Taufik Damas. Akun Twitternya adalah @TaufikDamas.

Kiai Taufik punya 21,5 tibu pengikut, namun dia hanya mengikuti sebanyak 7.672 followernya. Beberapa cuitannya membuka cakrawala berpikir. Dia adalah tokoh yang banyak menulis pencerahan di Twitter agar seseorang tidak terjebak dalam istilah-istilah yang jamak diperdebatkan.

Dari tiga ulasannya yang terakhir di Twitter, Kiai Taufik menulis tentang ulama, Iqra', dan wabah Covid-19. Di pengujung malam, Sabtu (10/7/2021), dia menulis sebuah catatan tentang ulama, berikut ini:

Ulama

Dalam bahasa Arab, ulama itu berarti kumpulan para pakar. Ulama adalah jamak dari kata "aliim" yang berarti seorang pakar di bidang ilmu apapun. Di Indonesia, kata ulama sudah mengalami pergeseran arti. إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

"Sesungguhnya yang takut kepada Allah, di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama." (QS. Fathir: 28)

Hadits Nabi SAW: الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَا "Ulama adalah ahli waris para nabi." (HR. Timidzi)

Kata ulama yang ada dalam ayat dan hadits di atas memiliki arti para pakar, bukan berarti ulama yang sering dipakai dalam bahasa Indonesia. Semoga paham ya, Doel...

Masih di hari yang sama, dia mengupas makna Iqra'. Dia menulis berikut ini:

Iqra'

Ada yang kirim pertanyaan di inboks: Ayat اقرء باسم ربك الذي خلق kenapa tidak menyebutkan maf'ul bihi-nya, padahal kata iqra' tersebut merupakan fi'il (kata kerja) muta'addi (transitif) yang membutuhkan maf'ul bihi (obyek)?

Jawaban: rahasianya, perintah baca itu berlaku pada obyek apa saja, tidak ada batasan. Baca buku apa saja, tentang apa saja. Penjelasan ini ada dalam ilmu Balaghah.

Jika anda punya guru yang melarang anda membaca buku-buku tertentu, dan hanya menganjurkan untuk membaca buku-buku tertentu, pasti dia bukan guru, melainkan makelar saja. Jadi, baca, baca, dan baca. Jangan ngedabrus, ngedabrus, dan menghayal!...

Sebelumnya, Jumat (9/7/2021), KH Taufik mengupas tentang wabah Covid-19 di Tanah Air. Namun, dalam tulisannya kali ini, dia tidak memberikan judul, berikut ini:

Wabah covid-19 jadi kesempatan besar bagi umat beragama untuk memikirkan ulang konsep hubungan Tuhan dan alam raya ini. Kata Albert Einstein, "Tuhan tidak bermain dadu." Artinya, Tuhan menciptakan alam raya ini dengan sistem keteraturan yang sangat ketat. Saking teraturnya, andai satu partikel saja bergeser, maka alam raya ini akan runtuh.

Dalam Islam, ilmu Tauhid mengajarkan manusia untuk menyadari logika dan rasionalitas. Ada silogisme dalam setiap argumentasi pendukung sifat wajib bagi Allah.

Diakui atau tidak, tak sedikit umat beragama yang gagal paham soal hubungan Tuhan dan alam raya. Mereka bahkan berasumsi bahwa Tuhan akan dengan mudah melakukan intervensi dalam kehidupan. Kausalitas tidak berlaku dalam asumsi ini.
Akibatnya, mereka terjebak pada sikap fatalistik (jabariyyah). Konsekwensi selanjutnya adalah tidak menghargai sains dan ilmu pengetahuan.

Iman mereka menjadi tidak logis dan tidak rasional. Bahkan, iman sering dipertentangkan dengan sains dan Ilmu pengetahuan. Jangan heran jika ada tokoh agama yang berpendapat ngawur soal wabah covid-19.

Ungkapan "jangan takut Corona, tapi takut pada Allah" sering kita dengar. Ungkapan ini menunjukkan betapa gagal pahamnya mereka soal hubungan Tuhan dan alam raya. Bahkan, mereka gagal paham soal iman.


Dalam Al-Qur'an ditegaskan soal penciptaan alam raya dengan keteraturan yang sangat ketat.

الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَّا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِن تَفَاوُتٍ ۖ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِن فُطُورٍ

"Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?" QS. Al-Mulk ayat 3.

Ayo berpikir ulang...

(jak)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)