langit7-Jakarta,- - Indonesian Fashion Chamber (IFC) menjadi salah satu komunitas pelaku industri fesyen di Indonesia yang terbilang aktif. Rangkaian kegiatan baik dalam negri maupun internasional kerap memadati aktivitas IFC.
Diakui National Chair Indonesian Fashion Chamber, Lenny Agustin bahwa IFC tidak hanya berkecimpung di dunia bisnis fesyen saja melainkan juga di dunia pendidikan.
“IFC memang suatu wadah yang harus menjadi melting pot buat industri fesyen dari segala sisi, edukasi sampai pelakunya sendiri. Ini semua event-event yang dibuat IFC tentunya adalah bagi kebutuhan bisnis yang berbeda-beda,” kata Lenny saat jumpa pers Front Row Paris 2024 di Bali Coffee, Cilandak, Jakarta, Jumat lalu.
Baca juga:
Front Row 2024 Dorong Produk Indonesia Masuk Department Store di ParisSetiap program maupun event yang diselenggarakan IFC selalu disesuaikan dengan tema dan target yang akan dicapai.
“Yang mengangkat busana atau tema daerah ada tempatnya, jadi semua program ini mewadahi semua jenis bisnis yang ada di Indonesia,” ujar pemilik line busana Lenny Agustin dan Lenor ini.
Ditegaskan Lenny IFC memang harus agresif dalam arti giat melakukan segala aktivitas yang mendukung para pelaku industri fesyen. Hal ini selarasa dengan komitmen IFC yaitu maju terus pantang mundur.
“Kalau nggak begitu, kita akan melempem, karena kita programnya sepanjang tahun kerja sama dengan program pendidikan, UMKM, dan kerja sama dengan industri besar lainnya seperti pabrik tekstil dan lainya jadi harus ada (kegiatan, red),” tambahnya.
Lenny bersama dengan teman-teman IFC lainnya memiliki mimpi besar untuk “menjajah” negara asing dalam hal industri fesyen.
Harapannya, fesyen Indonesia tidak hanya berjaya di dalam negri saja melainkan juga ke kancah internasional yang membuat Indonesia menjadi salah satu pusat mode dunia. Oleh karena itu, Lenny meminta para pelaku fesyen untuk mulai mengubah “taste” nasional menjadi “taste internasional”.
“Kita harus jemput bola. Teman-teman bisa tampilkan karya untuk selera pasar internasional. Tentunya ‘taste’ berbeda akan membuat kualitas berbeda juga. Semoga ke depannya kita tidak hanya di Paris,” tutup Lenny.
Seperti diketahui, dalam waktu dekat IFC akan menggelar Front Row Paris 2024 pada 7 September mendatang. Ini merupakan tahun kelima terselenggaranya event tahunan yang mempromosikan keunggulan fesyen Indonesia, kepada masyarakat Eropa.
IFC tak sendiri dalam event ini melainkan bersama murid SMKN 8 Makassar, SMKN 1 Kendal dan SMKN 6 Padang serta mahasiswi dari Binus University. Masing-masing akan menampilkan karya mereka untuk mempromosikan fesyen Indonesia di kancah internasional.
(ori)