LANGIT7.ID - Presiden RI ke-3 Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) pergi tepat dua tahun lalu, 11 September 2019. Kepergiannya menyisakan kehilangan bagi berbagai kalangan, tak terkecuali umat Islam.
Oleh banyak orang, BJ Habibie diakui sebagai pribadi yang religius. Hal itu ditunjukkan dari amal ibadah hariannya yang tak putus-putus. Di antara keistiqomahan BJ Habibie adalah tak pernah putus puasa Senin-Kamis, selalu membaca tahlil setiap hari hingga telah memahami Al-Qur’an sejak ia kecil.
Sebagai seorang Muslim, BJ Habibie tidak hanya shalih secara pribadi tapi juga secara publik. Kebijakan dan tindakan BJ Habibie menunjukkan keberpihakannya terhadap Islam dan kaum muslimin. Berbagai jasa BJ Habibie untuk umat Islam membuatnya terus diingat sebagai Presiden yang religius dan pro Umat Islam. Berikut di antara jasa-jasa BJ Habibie untuk Islam:
1. Mendirikan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Almarhum BJ Habibie merupakan pemersatu cendekiawan Muslim Indonesia melalui wadah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). ICMI dibentuk pada tanggal 7 Desember 1990 di sebuah pertemuan kaum cendekiawan muslim di Kota Malang tanggal 6-8 Desember 1990. Di pertemuan itu juga dipilih BJ Habibie sebagai Ketua ICMI yang pertama.
Melansir Antara, menurut Ketua ICMI Sulsel Prof Aris Munandar, peran Habibie melalui ICMI adalah mendekatkan Islam terhadap pemerintahan Soeharto yang kala itu dinilai tidak dekat dengan kalangan Muslim. Berkat perannya, berbagai kebijakan kemudian muncul menandai Islam telah mewarnai lingkungan pemerintahan saat itu.
Selain itu, lewat ICMI muncul banyak sekali gagasan brilian untuk umat Islam seperti lahirnya Bank Syariah pertama yakni Bank Muamalat dan media Islam pertama yakni Republika.
2. Memperbolehkan Jilbab di SekolahDi masa orde baru, awalnya penggunaan jilbab di ruang publik dilarang oleh pemerintah. Termasuk di lingkungan sekolah, para siswi tidak diperkenankan menggunakan jilbab. Namun akibat masukan dari BJ Habibie yang menjabat sebagai Menristek di kabinet Soeharto, pada akhirnya larangan berjilbab pun ditarik oleh pemerintah. Dan para siswi pun bebas mengenakan jilbab di sekolah.
3. Mendirikan Madrasah terbaik di Indonesia, MAN Insan CendekiaMelalui ICMI, BJ Habibie ingin memperbaiki kondisi pendidikan Islam di Indonesia. Ia punya gagasan untuk mengintegrasikan antara Iman dan Taqwa (Imtaq) dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Maka didirikanlah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia, sekolah Islam yang modern, berkualitas dan gratis.
“Ketika itu saya sebagai sekretaris ICMI Orwil Jakarta. Pak Habibie punya gagasan, bagaimana ICMI berperan membenahi pendidikan Islam agar kompetitif dan maju. Sekolah yang dikelola secara modern. Namun Pak Habibie ingin sekolah itu gratis. Kami di ICMI lantas menggagas sekolah Insan Cendekia di Serpong," kata Anggota DPD RI Tamsil Linrung.
Awalnya, sekolah tersebut berjalan seperti yang diharapkan. Secara struktural, ICMI berada langsung di bawah pembinaan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang dipimpin Habibie. Habibie ingin memastikan anggaran untuk sekolah itu tetap diprioritaskan. Perkembangan ICMI yang begitu pesat kemudian membuat pemerintah tertarik. ICMI kemudian diubah statusnya menjadi sekolah negeri agama atau Madrasah Aliyah di bawah Kementerian Agama.
Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengakui bahwa MAN Insan Cendekia adalah Madrasah terbaik di Indonesia.
"MAN IC adalah MAN yang kualitasnya paling unggul di antara MAN yang ada. Itulah kontribusi Pak Habibie bagi Kementerian Agama," ucapnya.Berawal berdiri di Serpong, Tangerang Selatan, kini MAN Insan Cendekia telah berdiri di berbagai daerah di Indonesia.
4. Berpihak kepada Kaum SantriDi masa orde baru, kaum santri dan pesantren menjadi kalangan yang terpinggirkan. Akibat peran Habibie yang berusaha menghadirkan Islam yang rahmatan lil alamin untuk semua kalangan, kaum santri diberi peran untuk berkiprah membuktikan bahwa Islam bisa selaras dengan kemajuan.
Melansir Antara, menurut Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Universitas Brawijaya Malang Sasmito Djati, sosok BJ Habibie, dinilainya sebagai tokoh yang mampu mengubah paradigma umat Islam khususnya para santri yang saat itu dianggap sebagai orang pinggiran.
"Pak Habibie merupakan ikon teknokrat di Indonesia, yang pada saat itu umat Islam sangat lemah. Kebanyakan santri dianggap orang kampung dan pinggiran, tapi, Pak Habibie justru menjadi inspirasi," kata Sasmito.
Itulah beberapa jasa khusus almarhum BJ Habibie yang secara langsung amat bermanfaat untuk umat Islam. Tentu masih banyak jasa lain almarhum yang bermanfaat untuk semua kalangan tak terkecuali umat Islam. Semoga berbagai jasa almarhum dicatat oleh Allah SWT sebagai amal shalih. Amiin Ya Rabbal ‘Alamin.
(jqf)