langit7-Jakarta,- - Walikota Paris Anne Hidalgo ingin tetap mempertahankan cincin Olimpiade di Menara Eiffel, meski Olimpiade musim panas telah usai. Hal ini memicu perdebatan sengit di berbagai kalangan.
Dengan tegas ia ingin sekali mewujudkan rencananya tersebut, dengan mengatakan keputusan berada di tangannya.
“Keputusan ada di tangan saya, dan saya mendapat persetujuan dari IOC [Komite Olimpiade Internasional],” kata Anne melansir
bbc.com, Senin (2/9/2024).
“Jadi ya, cincin itu akan tetap berada di Menara Eiffel,” tambahnya.
Beberapa warga Paris mendukung rencana tersebut, namun sebagian lainnya termasuk aktivis warisan budaya, mengatakan bahwa hal tersebut adalah ide yang buruk dan akan “mengotori” monumen ikonik ibu kota Prancis tersebut.
Baca juga:
Pesta Pembukaan Paralimpiade 2024 Berlangsung Spektakuler di Luar StadionLima cincin dengan lebar 29m (95 kaki), tinggi 15m dan berat 30 ton telah dipasang di Menara Eiffel sebelum
Olimpiade Paris dibuka pada 26 Juli, dan diperkirakan akan dibongkar setelah upacara penutupan Paralimpiade pada 8 September.
Namun Hidalgo mengatakan, dia ingin mempertahankan cincin yang saling bertautan berwarna biru, kuning, hitam, hijau dan merah, yang melambangkan lima benua itu.
Dia menambahkan bahwa cincin yang ada saat ini masing-masing berukuran diameter 9m, terlalu berat dan suatu saat akan diganti dengan versi yang lebih ringan.
Walikota Sosialis ini juga mengklaim bahwa banyak orang Prancis telah jatuh cinta lagi dengan Paris selama Olimpiade, dan dia ingin “semangat perayaan”.
Beberapa warga Paris serta pengunjung ibu kota Prancis mendukung walikota tersebut.
“Menara Eiffel sangat indah, cincinnya menambah warna. Sangat menyenangkan melihatnya seperti ini,” kata seorang wanita muda, bernama Solène kepada situs France Bleu.
Namun Manon, seorang warga setempat, mengatakan ini adalah “ide yang sangat buruk”.
“Itu adalah monumen bersejarah, mengapa ‘mengotori-nya’ dengan cincin? Itu bagus untuk Olimpiade tapi sekarang sudah berakhir, kita bisa melanjutkan, mungkin kita harus menghapusnya dan mengembalikan Menara Eiffel seperti semula,” katanya kepada France Bleu.
Pengguna media sosial Christophe Robin mengatakan, Hidalgo seharusnya berkonsultasi dengan warga Paris sebelum melanjutkan rencananya.
Dalam postingan di X, ia mengingatkan bahwa Menara Eiffel menampilkan iklan Citroën pada tahun 1925-36.
Menara Eiffel dibangun pada tahun 1889 untuk Pameran Dunia. Menara kisi besi tempa itu malah awalnya dikritik habis-habisan oleh seniman dan intelektual Paris, namun kini dipandang oleh banyak orang sebagai simbol “City of Light”.
Kontroversi atas keinginan dan rencana Hidalgo bukan kali ini saja terjadi. Ia yang telah memimpin Paris sejak tahun 2014, memang dikenal karena reformasinya yang berani dan terkadang kontroversial.
Di bawah kepemimpinannya, banyak jalan-jalan kota, termasuk tepian sungai Seine, telah dijadikan jalur pejalan kaki.
Tahun lalu, dia dengan yakin memenangkan referendum kota untuk melarang penyewaan skuter listrik. Pada bulan Februari, Hidalgo kembali meraih kemenangan setelah warga Paris menyetujui kenaikan tajam tarif parkir untuk kendaraan keperluan olahraga (SUV).
(ori)