LANGIT7.ID - , Jakarta - Penulis kontroversial
Salman Rushdie ditikam di leher dan perut oleh seorang pria berpakaian dan bertopeng hitam pada Jumat (12/8/2022).
Pelaku melakukan aksinya di atas panggung saat Rushdie hendak memberikan kuliah di
New York. Akibat penikaman tersebut, Rushdie kemudian diterbangkan ke rumah sakit dan menjalani operasi.
dr Martin Haskell, mengatakan luka Rushdie merupakan luka serius, namun dapat dipulihkan.
Baca juga: Komnas Ham Nilai Pasal Penghinaan Presiden dalam RKUHP Rentan Multitafsir"Serius tetapi dapat dipulihkan," ujar dr Haskel dikutip dari APNEWS, Sabtu (13/8/2022).
Selain Rushdie, moderator acara Henry Reese juga mengalami
penyerangan. Reese menderita cedera wajah dan dirawat.
Diketahui, Reese dan Rushdie dijadwalkan akan membahas Amerika Serikat sebagai tempat perlindungan bagi para
penulis dan
seniman lain di pengasingan pada sesi tersebut.
Dalam acara tersebut seorang polisi negara bagian dan seorang wakil sheriff daerah ditugaskan untuk menjaga keamanan Rushdie, dan pada saat penyerangan mereka berhasil menangkap pelaku.
Penonton lain, Kathleen James, mengatakan penyerang berpakaian hitam, dengan topeng hitam.
Baca juga: Kartunis Penghina Nabi Muhammad Tewas, Mobilnya Tabrakan dan Terbakar"Kami pikir mungkin itu adalah bagian dari aksi untuk menunjukkan bahwa masih banyak kontroversi seputar penulis ini. Tapi itu menjadi jelas dalam beberapa detik," pungkasnya.
Nama Rushdie dikenal publik melalui novel "The Satanic Verses" atau Ayat-Ayat Setan di tahun 1988. Novel tersebut mendapat hujatan umat muslim karakternya menghina Nabi SAW.
(est)