Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home sosok muslim detail berita

Jatuh Bangun JS Khairen Jadi Novelis, Sempat Menulis Pakai Mesin Tik Jadul

Muhajirin Kamis, 01 Desember 2022 - 18:55 WIB
Jatuh Bangun JS Khairen Jadi Novelis, Sempat Menulis Pakai Mesin Tik Jadul
JS Khairen dalam Jakbook Festival di Jakarta, Kamis (1/12/2022) (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
LANGIT7.ID, Jakarta - Jombang Santani Khairen (J.S Khairen) merupakan salah satu penulis Tanah Air yang sudah menelurkan banyak karya novel. Penulis berdarah Minang ini pertama kali menulis pada 2013 lalu.

Menariknya, J.S Khairen bukan sarjana sastra Indonesia. Dia mengambil gelar strata 1 di Universitas Indonesia jurusan ekonomi. Namun, dia selalu menyempatkan diri untuk menulis apapun yang terlintas dalam kepala. Baik berupa quote, ide cerita, bahkan catatan-catatan perjalanan. Dia menumpahkan ide tulisan tersebut ke dalam buku kecil.

“Pertama kali nulis novel itu pada 2013 judulnya Karnoe di salah satu penerbit terbesar di Indonesia. Ceritanya tentang seorang office boy di kampus FE UI yang meninggal dunia. Dia bekerja di sana sudah sangat lama. Saya tuliskan jadi novel,” kata J.S Khairen dalam temu pembaca di acara Jakbook Perumda Pasar Jaya, Senen, Jakarta Pusat, Kamis sore (1/12/2022).

Baca Juga: Ahmad Fuadi Angkat Sisi Cinta Tak Biasa Hamka di Novel Terbarunya

J.S Khairen mengaku kaget lantaran naskah Karnoe langsung diterima salah satu penerbit terbesar di Indonesia. Meski, perjalanan buku itu semulus ekspektasi. “Cetakan pertama bahkan tidak habis terjual,” katanya.

Namun, dia tak patah arang. Februari 2014 dia menyelesaikan buku kedua menggunakan mesin ketik jadul. Terbit lagi, tidak laku lagi. Begitu terus sampai buku ke-tujuh. Tujuh buku pertama yang dia tulis tak satupun booming di tengah masyarakat. Bahkan, namanya masih asing jika dibandingkan dengan penulis novel lain seperti Darwis Tere Liye.

“Waktu itu saya bilang ke istri saya, kalau saya udah kerja sesuai ijazah aja deh,” kata J.S Khairen. Tapi, istrinya memberikan semangat. Dia menyemangati agar menulis novel ke-delapan. Jika memang buku itu tidak viral, baru boleh membanting stir untuk kerja kantoran saja.

Tak disangka, buku ke-delapan laris manis di pasaran. Bahkan, buku ke-delapan itu dia jadikan serial. Ada empat serial dan sudah terjual puluhan ribu eksemplar.

Baca Juga: Perpusnas Writers Festival 2022: Bertemunya Penulis dan Pembaca

“Akhirnya di novel ke-delapan yang kami tulis, serial Kami (Bukan) Sarjana Kertas, Kami (Bukan) Generasi Bac*t, Kami (Bukan) Jongos Cerdas, dan Kami (Bukan) Fakir Asmara. Empat ini, 2018 terbit. Dan meledak, novel ke delapan,” ujarnya.

Kini buku-buku J.S Khairen menjadi salah satu incaran pecinta novel Tanah Air. Ada buku bertajuk ‘Rinduku Sederas Hujan Sore’ itu yang ditulis pada 2015 dan terbit pada 2017. Buku ini berisi kumpulan cerpen.

Dia sudah menulis sekitar 15 judul buku. Di antaranya Ninevelove, 30 Paspor The Peacekeepers’ Journey, hingga Karnoe. Selain itu ada pula Hal yang Tak Kau Bawa Pergi Saat Meninggalkanku, Tangguh, Setia, 9 Keping Surat, dan Melangkah.

Inspirasi Menulis J.S Khairen

J.S Khairen mengaku tak memiliki metode khusus dalam menulis. Dia hanya konsisten. Setiap kali ada ide, dia langsung tuangkan ke dalam tulisan. Dia mengatakan, dalam tubuh manusia ada dua jenis memori.

Memori pertama ada di otak. Memori kedua tersimpan di anggota tubuh. Saat tangan terbiasa menulis, maka memori-memori dalam tangan akan terus mengingatkan untuk terus menulis. Kebiasaan pun terbentuk.

Baca Juga: Memahami dan Merumuskan Ulang Sastra Pesantren

Dia memanfaatkan setiap momen dan waktu untuk menulis. Dia punya kebiasaan menulis saat pagi hari hingga pukul 09.00. Selain itu, dia juga menyempatkan menulis saat bepergian menggunakan angkutan umum, di kamar hotel saat keluar kota, dan tempat-tempat lain.

“Tips menulis. Saya kalau keluar kota, di kamar menulis, ada waktu luang menulis, saya kerja naik ojek di jalan nulis,” katanya.

Di dalam tas J.S Khairen tidak lepas dari buku kecil dan keyboard. Kapanpun inspirasi datang, dia langsung konversi ke dalam bentuk tulisan. Apapun itu. dia tak ingin ide itu pergi dan diambil oleh orang lain.

Baca Juga: Jalaluddin Rumi, Penyair Sufi dengan Karya Abadi di Timur dan Barat

“Inspirasi itu datang dari sesuatu yang abstrak, dia datang ke kepala siapa saja yang dia pilih, jadi ketika ada ide datang ke kamu, kamu harus bertanggung jawab, bisa simpan dalam noted. Kalau tidak dieksekusi ide itu, ide itu akan datang ke orang lain. Dan orang lain yang eksekusi,” tuturnya.

Selain itu, J.S Khairen membangun gaya menulis tidak mengikuti gaya penulis besar. Penulis novel seperti Darwis Tere Liye dan Andrea Hirata dijadikan inspirasi. Lalu, dia menemukan gaya menulis sendiri.

“Jadi diri sendiri, perbanyak latihan. Jangan mengikuti gaya penulis-penulis lain,” ucap dia.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)