Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 19 Juni 2026
home sosok muslim detail berita

Jalaluddin Rumi, Penyair Sufi dengan Karya Abadi di Timur dan Barat

Muhajirin Selasa, 11 Oktober 2022 - 20:50 WIB
Jalaluddin Rumi, Penyair Sufi dengan Karya Abadi di Timur dan Barat
Ilustrasi (foto: istimewa)
LANGIT7.ID - Jalaluddin Rumi merupakan sufi yang sangat terkenal tak hanya di dunia Islam namun juga di Barat. Tak kurang dari beberapa bintang film Hollywood membacakan puisi-puisi Rumi. Bahkan, novelis terkenal Paulo Coelho sangat menyukai puisi Rumi.

Lalu siapakah Rumi? Nama lengkapnya adalah Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin Al-Khatabi Al-Balkhi. Kisah hidup Rumi adalah tentang cinta, cinta kepada Allah, dan cinta kepada manusia-manusia sahabat Tuhan. Hal yang menjadi khas Rumi adalah syair-syair mistiknya.

Syair paling terkenal adalah Matsnawi-i-Ma’nawi atau masnavi-ye-Ma’navi. Buku itu berisi puisi yang ditulis Jalaluddin Rumi. Masnavi menjadi salah satu karya tasawuf yang paling berpengaruh.

“Masnavi mencakup ribuan bait syair. Begitu dahsyatnya Masnavi ini sehingga kalangan orang-orang membaca, berbicara dalam bahasa Persia, tingkat kepentingannya adalah nomor tiga setelah Al-Qur’an dan hadits,” kata Direktur Mizan Group, Haidar Bagir di kanal Nuralwala, Selasa (11/10/2022).

Baca Juga: Gagas Teori Wahdatul Wujud, Benarkah Ibnu Arabi Sesat?

Rumi lahir di Balkh 30 September 1207 M/6 Rabiul Awal 604 H. Meski keturunan Balkh, tapi dia tinggal di Persia atau Iran pada zaman Dinasti Saljuk. Saat masih kecil, keluarga Rumi hijrah ke Turki karena berbagai alasan keselamatan dan ketentraman. Turki pada masa itu masih di bawah kekuasaan Dinasti Saljuk.

“Jadi, sebagian besar kehidupan Rumi itu di Turki. Rumi semasa dengan Ibnu ‘Arabi, Fariduddin Attar, Shadruddin Al-Qunawi,” kata Haidar.

Rumi sudah dikenal sebagai pemikir sejak muda. Dia dididik oleh ayahnya bernama Bahauddin Walad (keturunan Abu Bakar Ash-Shiddiq). Tapi kapasitasnya sebagai seorang sufi besar baru berkembanng setelah bertemu dengan Syamduddin Tabrizi. Pemikiran Rumi sangat dipengaruhi oleh Tabrizi

Baca Juga: Hijrah Spiritual Ulil: dari Punggawa Islam Liberal Jadi Sufi Pengajar Ihya Ulumuddin

Apa yang Membuat Rumi Berbeda dengan Sufi lain?

Menurut Haidar, ada banyak hal yang membedakan Rumi dengan para sufi lain. Rumi adalah seorang penyair yang luar biasa. Buku-bukunya sangat berpengaruh di Amerika dan Eropa.

“Jadi, Ciri Rumi itu adalah kemampuannya mengungkapkan soal-soal yang tak kalah berat dibandingkan soal-soalan yang disebabkan oleh misalnya Ibnu ‘Arabi, tapi dalam bentuk syair-syair yang indah, ringkas, dalam makna,” kata Haidar.

Sama seperti sufi lain, ciri utama pemikiran Rumi adalah gagasan tentang cinta. Gagasan ini lebih menonjol, apalagi ditampilkan dalam bentuk syair puisi. Puisi adalah medium yang paling tepat untuk mengungkapkan gagasan tentang cinta.

Baca Juga: 91 Tahun Syed Naquib Al-Attas, Bangun Kerangka Berpikir Islami Hadapi Modernisasi

Apa Ajaran Sentral Rumi?

Jika mempelajari pemikiran Rumi, ajaran sentral Rumi banyak memiliki kesejajaran dengan wahdatul wujud, Maratib Al-Wujud, Tajalli, Suluk, Mujahadah, riyadhah. Tapi cinta kepada Allah, terutama yang melahirkan kecintaan kepada makhluk-Nya merupakan inti utama pemikiran Jalaluddin Rumi.

Pemikiran Rumi sudah disyarah banyak penulis. Tapi, syarah itu masih bersifat sangat ringkas, maka perlu memahami gagasan umum tentang tasawuf. Bisa menggunakan perspektif Ibnu ‘Arabi dalam memahami pemikiran Rumi.

“Meskipun sudah pasti melihat Rumi, atau membaca Rumi dari perspektif Ibnu ‘Arabi tidak sepenuhnya bisa dibenarkan, karena Rumi bukan Ibnu ‘Arabi,” ucap Haidar.

Akan tetapi, orang yang ingin mempelajari pemikiran Rumi tidak bisa terhindarkan untuk melihat Rumi dari sudut pandang Ibnu ‘Arabi. Setelah itu, perlu mempelajari tataran tasawuf secara umum.

Baca Juga: Memahami Tasawuf, Jalan Hamba Mendekat pada Sang Pencipta

“Dengan bekal itu kita mampu mengurai makna-makna dari puisi rumi,” kata Haidar.

Bagaimana Mengkontekstualisasikan Ajaran Rumi untuk Era Sekarang?

Pemikiran Rumi begitu kontekstual, sehingga buku Rumi atau cuplikan puisi Rumi masuk sebagai buku paling populer di Amerika Serikat. Itu menunjukkan bahwa ada permintaan terhadap pemikiran-pemikiran terhadap Rumi ini.

“Pemikiran Rumi sangat kontekstual. Sangat spiritual, tapi pada saat yang sama juga mengajarkan tasawuf lewat perasaan dengan memanfaatkan keindahan yang dikandung dalam puisi Rumi. Jadi, ada unsur estetika yang ikut menjadikan pemikiran Rumi sebetulnya tidak ingat menjadi sangat memikat dan banyak orang menikmati puisi Rumi,” ungkap Haidar.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 19 Juni 2026
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
11:57
Ashar
15:18
Maghrib
17:50
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)