LANGIT7.ID-, Jakarta- - Dua orang tewas pada Senin dalam serangan Israel terhadap sebuah kendaraan di Lebanon selatan, menurut pernyataan kementerian kesehatan. Sumber keamanan Lebanon mengatakan bahwa mobil tersebut milik perusahaan yang dikontrak oleh Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).
Sekutu Hamas, Hizbullah, telah melakukan baku tembak lintas batas hampir setiap hari dengan tentara Israel sejak kelompok Palestina itu menyerang Israel pada 7 Oktober, yang memicu perang di Gaza.
"Serangan musuh Israel yang menargetkan mobil di al-Naqura menyebabkan dua orang tewas," kata kementerian kesehatan, tanpa menjelaskan apakah korban adalah warga sipil.
Seorang sumber keamanan yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa mobil tersebut "milik perusahaan kebersihan yang dikontrak oleh Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL)," yang ditempatkan di sepanjang perbatasan dengan Israel.
Dua korban tersebut adalah "karyawan perusahaan ini dan sepupunya, keduanya berasal dari al-Naqura," sebuah kota di sepanjang perbatasan Lebanon dengan Israel, menurut sumber tersebut. "Sepupunya, yang tinggal di negara Afrika, tiba di Lebanon dua hari lalu," tambahnya.
Kanal televisi Al-Manar milik Hizbullah melaporkan bahwa dua orang yang tewas di al-Naqura adalah warga sipil, sementara Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan adanya serangan drone di jalan al-Naqura, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Seorang fotografer AFP melihat mobil yang terbakar.
Israel menyatakan bahwa pihaknya menargetkan infrastruktur militer dan pejuang Hizbullah di selatan dan timur Lebanon, sementara gerakan yang didukung Iran tersebut mengatakan bahwa pihaknya terutama menargetkan posisi militer di utara Israel.
Lebih dari 110.000 orang telah mengungsi dari Lebanon selatan akibat baku tembak lintas batas, menurut PBB. Di Israel, pihak berwenang mengatakan sekitar 100.000 orang telah mengungsi di bagian utara negara itu.
Kekerasan sejak Oktober telah menewaskan sekitar 609 orang di Lebanon, kebanyakan pejuang Hizbullah, tetapi juga termasuk setidaknya 132 warga sipil, menurut perhitungan AFP. Di sisi Israel, termasuk di Dataran Tinggi Golan yang dianeksasi, pihak berwenang mengumumkan kematian setidaknya 24 tentara dan 26 warga sipil.
(lam)