LANGIT7.ID-, New York - Presiden
Amerika Serikat (AS)
Donald Trump sebelumnya mengunggah video panjang di situs web Truth Social miliknya, yang mengkonfirmasi keterlibatan AS bersama
Israel menyerang Iran. Ia mengatakan, untuk membela rakyat Amerika.
"Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman nyata dari rezim Iran," katanya, menambahkan bahwa tujuan Washington adalah untuk "memastikan bahwa Iran tidak memperoleh senjata nuklir". Melansir BBC, Minggu (1/3/2026).
Trump juga meminta rakyat Iran untuk tetap berlindung dan tidak meninggalkan rumah mereka.
"Setelah kami selesai, ambil alih pemerintahan Anda," katanya. "Itu akan menjadi milik Anda. Ini mungkin satu-satunya kesempatan Anda untuk beberapa generasi."
Ditambahkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang juga menyerukan kepada seluruh rakyat Iran untuk melepaskan diri dari belenggu tirani dan mewujudkan Iran yang bebas dan damai.
Baca juga: Daftar Lengkap Maskapai India, Eropa & Asia Timur yang Hentikan Penerbangan Akibat Perang Israel-IranSambil mengucapkan terima kasih kepada Trump, ia mengulangi pesannya bahwa Iran tidak boleh dipersenjatai dengan senjata nuklir yang akan memungkinkannya mengancam seluruh umat manusia.
"Tindakan bersama kita akan menciptakan kondisi bagi rakyat Iran yang berani untuk mengambil kendali atas nasib mereka sendiri," kata Netanyahu.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi -yang menjadi mediator dalam perundingan nuklir AS-Iran pekan ini- mengatakan ia "kecewa".
Baca juga: Berbagai Reaksi Dunia Terhadap Serangan AS-Israel ke Iran, Kecaman Hingga Dukungan"Negosiasi yang aktif dan serius sekali lagi telah dirusak," tulisnya di X, seraya mengatakan kepada AS bahwa serangan tersebut tidak sesuai dengan kepentingan mereka atau perdamaian global. "Saya mendesak Amerika Serikat untuk tidak semakin terlibat. Ini bukan perang Anda."
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam serangan gabungan AS dan Israel sebagai "sama sekali tidak beralasan, ilegal, dan tidak sah".
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengutuk eskalasi militer tersebut dan memperingatkan bahwa perdamaian dan keamanan internasional sedang terancam.
Menurutnya, penggunaan kekuatan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, dan pembalasan selanjutnya oleh Iran di seluruh wilayah, mengancam perdamaian dan keamanan internasional.
Reaksi lainnya datang dari Rusia, sekutu Iran, yang juga mengutuk serangan tersebut. "Agresi yang dialami Iran hari ini telah mengakibatkan eskalasi di kawasan tersebut dan dapat meluas jauh melampaui perbatasannya," Duta Besar Rusia Vasily Nebenzia memperingatkan.
Moskow sebelumnya telah menyerukan kepada komunitas internasional untuk menilai apa yang disebutnya sebagai "tindakan tidak bertanggung jawab yang bertujuan untuk merusak perdamaian, stabilitas, dan keamanan" di Timur Tengah.
(lsi)