LANGIT7.ID-, Jakarta- - Raja Dangdut Indonesia, Rhoma Irama, kembali mencuri perhatian publik. Kali ini bukan lewat lagu-lagu dangdutnya yang memukau, melainkan melalui pesan inspiratif yang ia sampaikan saat mendampingi puteranya wisuda di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Rhoma Irama, yang memiliki nama asli Raden Haji Oma Irama, hadir sebagai orang tua sekaligus wali mahasiswa. Namun, sosoknya yang karismatik tak bisa lepas dari perannya sebagai seorang seniman dan tokoh masyarakat. Dengan gayanya yang khas, Rhoma menyampaikan pesan yang sarat makna kepada para wisudawan.
"Ayo generasi muda, putra-putri bangsa. Singkirkanlah selimutmu, bangun dan bangkitlah, bersihkanlah pakaianmu, pandanglah ke muka," ujar Rhoma mengawali pesannya, Kamis (26/9/2024).
Kalimat pembuka tersebut seolah menjadi alarm bagi para wisudawan untuk segera bangkit dan menghadapi tantangan dunia pasca kampus.
![Rhoma Irama Berpesan Kepada Wisudawan UMS: Jadilah Apapun yang Selalu Bertakwa]()
Lebih lanjut, sang Raja Dangdut menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun bangsa dan agama. "Tegakkan agama ada di pundakmu, masa depan bangsa ada di tanganmu," tambahnya. Pesan ini mencerminkan harapan besar Rhoma terhadap para lulusan untuk menjadi agen perubahan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat.
Rhoma juga menyinggung tentang regenerasi kepemimpinan. "Tonggak-tonggak tua, butuh tunas baru. Coba renungkan itu, coba renungkan," katanya. Pernyataan ini bisa diartikan sebagai dorongan bagi para wisudawan untuk berani mengambil peran kepemimpinan di berbagai sektor kehidupan.
Yang menarik, Rhoma tidak membatasi pilihan karir para wisudawan. Ia justru mendorong mereka untuk berprestasi di bidang apapun yang mereka pilih. "Jadi pejabat, jadilah pejabat yang takwa. Jadi pedagang, jadilah pedagang yang takwa. Jadi petani, jadilah petani yang takwa. Jadi seniman, jadilah seniman yang takwa," pesannya.
Namun, ada satu benang merah yang menyatukan semua profesi tersebut: ketakwaan. "Jadi apapun, jadilah apapun yang selalu bertakwa," tegas Rhoma. Pesan ini menegaskan bahwa kesuksesan sejati bukan hanya diukur dari pencapaian duniawi, tetapi juga dari kualitas spiritual seseorang.
Rhoma menutup pesannya dengan kalimat yang penuh makna: "Anda lah harapan." Kalimat ini seolah menjadi penegasan bahwa para wisudawan adalah harapan bagi bangsa dan negara, yang diharapkan dapat membawa perubahan positif di muka bumi.
(lam)