LANGIT7.ID-Shanghai; Petenis peringkat 4 dunia asal Serbia, Novak Djokovic, masih tetap menunjukkan keperkasaannya di Shanghai Master1000.
Meskipun mantan petenis peringkat 1 dunia itu sudah dijuluki "old man", tetapi diperempat final melawan petenis Jacub Mensik asal Cheko yang masih 19 tahun, tidak mengalami kesulitan. Meskipun Mensik memiliki power service yang speed dan spinnya sangat kencang, namun "the old man" ini tidak mengalami kesulitan.
Usai mengalahkan Mensik, Djokovic melaju ke semifinal melawan unggulan ketujuh Taylor Fritz setelah Fritz sevelumnya menyingkirkan David Govin dari Belgia. Saat menghadapi Mensik, Djokovic memang agak dipaksa bekerja keras karena Mensik punya record permainan yang sangat bagus. Sebelum bertemu Djokovic, Mensik telah menyingkirkan dua unggulan 10 besar untuk mencapai perempat final.
Mensik, peringkat 65 dunia, mencapai perempat final ATP Masters 1000 pertamanya dan memberikan kejutan lain karena memenangkan set pembuka melawan Djokovic.
Namun Djokovic meningkatkan levelnya untuk merebut set kedua dan kemudian membuktikan dirinya yang terkuat di set penentuan saat ia menang 6-7(4) 6-2 6-4.
"Itu adalah pertarungan yang sulit," kata Djokovic. "Kami saling berhadapan hingga saat-saat terakhir, saya beruntung menemukan servis yang hebat di game terakhir."
Djokovic, yang mengincar gelar ke-100 dalam kariernya, selanjutnya akan menghadapi unggulan ketujuh Taylor Fritz saat ia berusaha mencapai final Masters pertamanya musim ini.
Setelah hanya unggul tiga poin dari servis dalam enam game pembuka, Mensik harus menangkis dua break point untuk mempertahankan keunggulan 4-3.
Djokovic kembali menekan Mensik dalam game servis berikutnya dan dihadiahi break pertama dalam pertandingan tersebut.
Namun, sebuah drop shot yang gagal memberikan kesempatan break-point pertama kepada Mensik dan ia memanfaatkannya dengan pukulan forehand yang diarahkan ke sudut lapangan yang tidak dapat dikembalikan oleh Djokovic.
Mensik mungkin merupakan underdog, tetapi ia tidak gentar menghadapi situasi tersebut dan ia memenangkan set pertama dalam tie-breaker setelah pukulan forehand kuat lainnya dikembalikan ke net.
Namun, Mensik tidak dapat mempertahankan tantangannya di set kedua saat Djokovic menemukan kecepatan permainan yang lebih tinggi.
Juara Grand Slam 24 kali itu menguasai servis dan mengonversi kedua break point yang dimilikinya untuk melaju di set tersebut.
Mensik bangkit dari ketertinggalan 15-40 di awal set ketiga tetapi tidak dapat melakukan hal yang sama di servis game berikutnya saat Djokovic melakukan break.
Mensik berjuang keras untuk tetap bertahan dalam pertandingan tetapi Djokovic terbukti terlalu klinis dan menutup kemenangan dengan love hold.(*/saf/eurosport)
(lam)