LANGIT7.ID - Kapten Inggris Harry Kane menyadari pentingnya meraih gelar perdana EURO 2020 untuk Inggris. Striker berusia 27 tahun itu mengatakan, final melawan Italia akan menjadi sejarah karena menjadi trofi internasional pertama Inggris dalam 55 tahun jika mereka menang.
"Bermain di Wembley membuat kesempatan itu lebih besar dan bahkan lebih istimewa. Untuk memiliki penggemar kami sendiri di sana bernyanyi dan mendukung kami - energinya akan luar biasa," kata dia kepada situs EURO 2020.
Mengenai bek veteran Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci, Kane mengatakan akan menantang bermain melawan mereka, tapi dia yakin bisa melakukannya.
Inggris memenangkan Piala Dunia pada tahun 1966, namun sejak itu mereka belum lagi memenangkan trofi internasional. Italia mengoleksi empat Piala Dunia dan 1 trofi Eropa. Final EURO 2020 akan dimainkan di Wembley pada Minggu.
Kedua tim memang berbeda gaya bermain, namun punya kemiripan dalam perjalanan menuju final Euro 2020 di Stadion Wembley, Senin dini hari pukul 02.00 WIB. Inggris dan Italia memasuki putaran final Euro 2020 dari titik nadir sejarah sepak bola mereka.
Bagi Inggris, titik nadirnya tersingkir dari babak 16 besar Euro 2016 oleh Islandia yang profilnya di bawah Three Lions, sedangkan Italia hanya bisa menjadi penonton putaran final Piala Dunia di Rusia tiga tahun silam.
Kalau Inggris hanya satu kali mencapai final turnamen besar yang mereka menangkan pada Piala Dunia 1966, maka bagi Italia, partai final adalah rutinitas di mana final Euro 2020 adalah final kesepuluhnya dalam turnamen besar. * Sumber:
Anadolu Agency“Awalnya ketika dia bilang pada kepada kami agar memikirkan menjadi juara Euro, kami anggap dia gila,” kata Chiellini. “Namun bertahun-tahun kemudian dia telah menciptakan tim yang kini hampir melakukan hal itu.”
Ya, kalau Inggris sudah separuh langkah menuju juara, demikian pula dengan Italia. Namun Azzurri punya rapor yang bagus selama bertemu Inggris yang sudah empat kali mereka kalahkan dalam turnamen besar. Tetapi mereka kini harus menghadapi Inggris yang disokong 60.000 penonton yang sangat pro-Inggris.
Italia tak gentar karena sudah terbiasa menjalani final di negeri orang. Dari lima kali menjuarai Piala Dunia dan Piala Eropa, tiga di antaranya terjadi di luar Italia yang semuanya pada Piala Dunia; 1938 di Prancis, 1982 di Spanyol dan 2006 di Jerman.
Yang juga menarik adalah kedua tim memiliki skuad yang kualitasnya merata baik tim inti maupun tim cadangan. Faktor penentu laga mungkin adalah kejelian Southgate dan Mancini dalam membaca pertandingan. Dan sejauh ini mereka jeli menganalisis laga dan kebutuhan timnya. Sayang, dalam final tak mungkin keduanya berhasil.
(jak)