Mereka yang mengomentari pemain bola dengan pernyatan rasis dilarang masuk ke stadion di Inggris untuk menonton sepak bola, demikian Boris Johnson menegaskan.
Tim keamanan yang berjaga selama pertandingan final mendapat kritik usai ratusan suporter tanpa tiket mampu menerobos gerbang perimeter dan masuk ke stadion.
Pelatih Gli Azzurri, Roberto Mancini, mengapresiasi tinggi kinerja para pemainnya di laga tersebut. Menurutnya, laga melawan Inggris tidak pernah mudah.
Di babak tos-tosan, tiga eksekutor penalti dari Inggris tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Sementara di pihak Italia, hanya dua penendang yang gagal.
Jorginho, sebagai penendang terakhir Italia gagal memperdaya Pickford. Begitu pula dengan Bukayo Saka, sepakannya dimentahkan Donnarumma. Italia positif juara Piala Eropa 2020.
Italia tetap mendominasi penguasaan bola dengan 64 persen. Sementara, akumulasi peluang yang mereka miliki menjadi 12, lima sepakan tepat sasaran dan tujuh sisanya gagal.
Menariknya, sepanjang babak pertama Italia mampu menguasai penuh roda pertandingan. Mereka mencatatkan 62 persen penguasaan bola dan 38 persen untuk The Three Lions.
Southgate tetap menempatkan Harry Kane seorang diri di garis depan lini serang Inggris. Sementara Mancini memainkan Federico Chiesa (kanan), Ciro Immobile (tengah), dan Lorenzo Insigne (kiri) di lini serang Italia.
Kapten Inggris Harry Kane menyadari pentingnya meraih gelar perdana EURO 2020. Final lawan Italia jadi sejarah dan peluang pertama Inggris sejak 55 tahun.
Bermain di kandang Inggris justru memberikan motivasi besar bagi Gli Azzurri. Tim Italia bertekad kerahkan seluruh kemampuan terbaik di laga pamungkas.