Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 27 April 2026
home masjid detail berita

Pascapelantikan Presiden, Waktunya Mendoakan Pemimpin Indonesia

lusi mahgriefie Selasa, 22 Oktober 2024 - 10:58 WIB
Pascapelantikan Presiden, Waktunya Mendoakan Pemimpin Indonesia
ilustrasi
LANGIT7-Jakarta,- - Indonesia telah memiliki pemimpin baru setelah presiden terpilih resmi dilantik. Apapun pilihannya di masa pemilihan umum lalu, sudah sepantasnya saat ini mendoakan para pemimpin agar mampu mengemban dan melaksanakan tugasnya dengan baik, demi kepentingan bangsa.

Menjadi seorang pemimpin adalah tugas dan tanggung jawab yang berat, tidak semua orang mampu mengemban amanah tersebut. Meski begitu pada hakikatnya setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban kelak atas kepemimpinannya.

Sebagai warga negara yang baik, kita memiliki tugas untuk mendoakan kebaikan bagi para pemimpin kita. Melansir @khalidbasalamahofficial, Selasa (22/10/2024).

Dari ‘Abdush Shomad bin Yazid al-Baghdadiy, ia berkata:

“Seandainya aku memiliki doa yang mustajab, aku akan tujukan doa tersebut pada pemimpinku.”
Lalu ada yang bertanya pada Fudhail, “Kenapa bisa begitu?” Ia menjawab, “Jika aku tujukan doa tersebut pada diirku saja, maka itu hany bermanfaat untuk. Namun, jika aku tujukan untuk pemimpinku, maka rakyat dan negara akan menjadi baik”. (Hilyatul Auliya’ karya Abu Nu’aim al-Ashfahaniy, 8: 77, Darul Ihya’ at-Turots al-Iroqiy).

Rasulullah Swt bersabda:

“Doa seorang muslim kepada saudaranya ketika saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa yang mustajab (terkabulkan). Di sisinya ada malaikat (yang memiliki tugas mengaminkan doanya kepada saudaranya). Ketika dia berdoa kebaikan kepada saudaranya, malaikat tersebut berkata: Aamiin, engkau akan mendapatkan yang sama dengannya.” (HR Muslim: 2733)

Memaknai sabda Rasulullah tersebut maka hendaknya kita selalu mendoakan kebaikan untuk pemimpin kita bukan mencelanya. Doa kebaikan kita mungkin menjadi sebab mereka jadi lebih baik, sehingga kita pun turut merasakan kebaikannya.

Tetap Taat pada Pemimpin

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa apapun pilihan kita di masa lalu, tetaplah bisa berlapang dada dan menerima hasil keputusan. Jangan lupa juga untuk tetap taat pada pemimpin.

الْمَصْلَحَةُ الْعَامَّةُ مُقَدَّمَةٌ عَلَى الْمَصْلَحَةِ الْخَاصَّةِ

“Kemaslahatan umum lebih didahulukan daripada kemaslahatan pribadi.” (Al-Muwafaqot 6: 123 karya Asy Syathibi)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan,

عَلىَ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ فِيْمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ إِلاَّ أَنْ يُؤْمَرَ بِمَعْصِيَةٍ فَإِنْ أَمَرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ

“Wajib bagi seorang muslim untuk mendengar dan taat (kepada penguasa) dalam perkara yang ia senangi dan ia benci kecuali apabila diperintah kemaksiatan. Apabila diperintah kemaksiatan maka tidak perlu mendengar dan taat.” (HR. Bukhari no. 7144 dan Muslim no. 1839)

Jadi bisa disimpulkan bahwa hal terpenting sebagai warga negara yaitu mendoakan agar pemimpinnya bisa amanah dalam mengemban tanggung jawab besar ini.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 27 April 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:51
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)