LANGIT7.ID-, Jakarta- - Nama Stella Christie menjadi salah satu yang mencuri perhatian publik, sejak Presiden Prabowo Subianto mengumumkan susunan kabinet hingga pelantikan para menteri dan wakil menteri, Senin lalu.
Stella, sapaan akrabnya, didapuk sebagai Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Riset (Dikti Saintek). Jabatan ini mendampingi Prof Satryo Soemantri Brodjonegoro yang ditunjuk sebagai Menteri Dikti Saintek.
“Stella Christie menjadi Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” kata Prabowo saat mengumumkan kabinetnya di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu 20 Oktober lalu.
Ia mengaku merasa terharu atas keputusan tersebut. “Tentu saja dipanggil untuk berbakti (pada bangsa, red) itu adalah sebuah kehormatan besar. Saya terharu Pak Prabowo mau merangkut anak bangsa dari berbagai latar belakang berbeda, untuk satu tujuan yaitu membangun bangsa,” ujar Stella dalam sebuah wawancara yang ditayangkan di Youtube.
Latar belakang pendidikan Stella Christie tidak main-main. Merangkum dari berbagai sumber, Ia mendapatkan gelar S1 bidang Psikologi dari Harvard University dengan gelar Magna Cum Laude with Highest Honor, 2004. Seperti kita ketahui Harvard University merupakan universitas top 5 di dunia pada 2004 silam.
Kemudian wanita kelahiran Medan, 11 Januari 1979 itu menamatkan pendidikan S2 dan S3 di Northwestern University pada 2010.
“Saya adalah ilmuwan cognitive science, adalah tentang bagaimana kita berpikir, tentang otak, tentang bagaimana pikiran yang memastikan manusia dan juga hewan dan juga AI, jadi ilmu saya adalah interdisiplineri,” kata Stella usai pelantikan dirinya oleh Presiden.
Setelah menyelesaikan studi-nya, Stella menjalani kariernya justru bukan di Tanah Air. Ia bekerja di luar negeri yakni sebagai profesor di Tsinghua University, China. Universitas ini termasuk dalam top 20 di dunia berdasarkan ranking QS World University Ranking 2025.
Di kampus tersebut, ia bekerja sebagai pengajar di Departemen Psikologi, Ketua Riset di Laboratorium Otak dan Kecerdasan, dan Direktur Pusat Kognisi Anak.
Tak hanya aktif sebagai akademisi, Stella juga tercatat banyak mengeluarkan jurnal yang berkaitan dengan bidang keilmuannya. Misalnya, Journal of Cognition and Development pada 2010. Penelitian tersebut berhasil meraih artikel terbaik dalam Editor's Choice Award.
Satu hal yang tak kalah menarik dari Stella yakni penampilannya khas dengan kacamata nyentrik menghiasai wajahnya. Disebut-sebut kacamata itulah yang bikin gagal fokus.
“Oh ini kacamatanya saya beli di Polandia,” ungkapnya. Seperti diketahui, suami dari Stella yakni Bartek Czech berasal dari Polandia.
(ori)