LANGIT7.ID, Bangkok - Perdana Menteri (PM) Thailand Prayut Chan-o-cha mengusulkan penerapan
lockdown di Ibu Kota Bangkok dan sekitarnya atau biasa disebut Greater Bangkok.
Lockdown di Bangkok diperkirakan bakal berlangsung selama 14 hari mulai Sabtu (10/7/2021).
Prayut mengusulkan warga hanya boleh meninggalkan rumah untuk keperluan tertentu yang diizinkan. Warga diminta tidak bepergian dari pukul 22.00 hingga 04.00 dini hari waktu setempat.
Proposal Prayut juga mencakup larangan perjalanan ke luar area Greater Bangkok serta penutupan pusat perbelanjaan, kecuali supermarket dan apotek. Dalam usulannya, Prayut meminta agar warga Bangkok dan sekitarnya terus bekerja dari rumah 100 persen.
"Masalah ini (
lockdown) akan diputuskan hari ini,” tulis Prayut dalam keterangannya dikutip dari Anadolu Agency, Ahad (11/7/2021).
Di samping itu, Prayut sekaligus akan memberikan gajinya sebesar 125.590 baht atau sekitar Rp56,1 juta selama tiga bulan untuk membantu pemerintah menangani Covid-19.
Thailand melaporkan 72 kematian Covid-19 dan lonjakan kasus sebanyak 9.276 selama 24 jam terakhir pada Jumat (9/7/2021). Sejak pandemi dimulai awal tahun lalu, Thailand mencatat 317.506 kasus Covid-19 dan 2.534 kematian.
Sementara, Korea Selatan kembali melakukan pembatasan kegiatan masyarakat, Jumat (9/7/2021). Langkah tersebut diambil lantaran
Negeri Gingseng tersebut mencatatkan rekor kasus positif baru mencapai 1.300 orang. Jumlah kasus harian tertinggi sejak dimulainya pandemi.
Menurut Kantor Berita
Yonhap, pedoman Level 4, yang merupakan pembatasan Covid-19 tertinggi, akan berlaku, Senin (12/7/2021) selama dua pekan di Ibu Kota Seoul, Provinsi Gyeonggi dan kota pelabuhan barat Incheon. Semua pusat hiburan, termasuk klub malam, akan ditutup.
Sedangkan restoran hanya diizinkan melayani pelanggan makan di tempat hingga pukul 22.00. Pertemuan tiga orang atau lebih juga dilarang dan jam malam diberlakukan setelah jam 22.00 di sejumlah fasilitas umum.
(asf)