LANGIT7.ID-, Jakarta- - Ratusan warga Valencia yang terdampak banjir bandang menyatakan protes keras saat kunjungan Raja Felipe, Ratu Letizia, dan Perdana Menteri Pedro Sanchez ke lokasi bencana. Sejumlah demonstran bahkan melemparkan lumpur ke rombongan kerajaan.
Di tengah teriakan "Pembunuh! Pembunuh!", warga meluapkan kemarahan atas lambatnya peringatan dari pemerintah terkait bahaya banjir yang terjadi Selasa lalu. Mereka juga mengkritik keterlambatan layanan darurat saat bencana melanda.
"Tolong, masih ada jenazah di dalam garasi. Keluarga masih mencari sanak saudara dan teman mereka. Kami hanya minta pertolongan... Yang kami inginkan hanya peringatan dini dan kami bisa selamat," teriak salah satu warga, Nuria Chisber.
Dalam kunjungan ke wilayah Paiporta yang terdampak parah, Raja Felipe yang mengenakan jas hujan gelap terlihat memeluk seorang pria yang menangis. Ratu Letizia juga tampak menangis sambil memeluk beberapa warga.
Rambut dan wajah Ratu Letizia terkena lumpur, sementara salah satu pengawalnya terluka di wajah akibat lemparan benda keras. Para pengawal terpaksa membuka payung untuk melindungi keluarga kerajaan.
Televisi nasional Spanyol melaporkan serangan ke rombongan kerajaan termasuk batu dan benda keras lainnya. Dua pengawal dilaporkan mendapat perawatan medis akibat cedera.
Rombongan kerajaan dan pejabat terpaksa membatalkan kunjungan ke desa Chiva yang juga terdampak parah, sekitar setengah jam perjalanan dari kota Valencia.
Korban tewas akibat banjir bandang terburuk dalam sejarah modern Spanyol bertambah menjadi 217 orang pada Minggu – hampir semuanya di wilayah Valencia, dengan lebih dari 60 korban jiwa di Paiporta.
Pemerintah pusat menyatakan bahwa penerbitan peringatan ke masyarakat merupakan tanggung jawab otoritas regional. Sementara pihak Valencia mengklaim telah bertindak sebaik mungkin dengan informasi yang tersedia.
Puluhan orang masih dilaporkan hilang, sementara sekitar 3.000 rumah tangga mengalami pemadaman listrik. Ribuan tentara dan polisi tambahan bergabung dalam operasi bantuan bencana akhir pekan ini, menjadikannya operasi masa damai terbesar di Spanyol.
Banjir yang terjadi pada 29-30 Oktober menggenangi jalanan dan lantai bawah gedung, menyapu mobil dan puing-puing bangunan dalam arus lumpur deras. Tragedi ini merupakan bencana banjir terburuk di Eropa sejak tahun 1967, ketika setidaknya 500 orang tewas di Portugal.
(lam)