LANGIT7.ID, Klaten - Dengan kandungan gizi yang baik dan rendah kolesterol, lobster air tawar menjadi alternatif bagi penikmat hewan bercapit ini menghindari gangguan kesehatan. Minat lobster air tawar untuk kebutuhan konsumsi terus meningkat hingga saat ini dan menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan.
Muslim asal Klaten, Jawa Tengah, Gemma Pakubumi melihat bisnis budi daya lobster air tawar memberikan penghasilan yang menggiurkan. Gemma memulai bisnis lobster tahun lalu. Gemma merintis usahanya sejak masih duduk di bangku kuliah dengan menggunakan peralatan seadanya.
Saat itu, keterbatasan yang dimilikinya tidak menjadikan halangan untuk terus mengembangkan usahanya. Bahkan, saat memulai usahanya, Gemma diketahui menggunakan lemari plastik pakaiannya saat masih ngekos sebagai wadah untuk pembiakkan lobster air tawar.
Namun siapa sangka, berkat perjuangannya, kini ia telah berhasil mengembangkan budi daya lobster air tawar yang diberi nama Gemma Farm Pusat Budi Daya Lobster Air Tawar Indonesia yang berpusat di Klaten, Jawa Tengah. Menurut pengakuan Manajer Operasional Gemma Farm, Dimas Rahmad, sang pemilik, Gemma memiliki kegigihan tinggi dalam merintis usahanya saat itu.
“11 tahun lalu, Gemma merintis usaha ini. Saat itu, dia masih ngekos dan menjadikan lemari plastik pakaiannya sebagai wadah untuk memelihara lobster. Jadi, ketika temannya datang ke kosan pada kaget karena isi lemarinya lobster semua,” kisahnya dikanal Youtube DNTrust.
Baca juga: Kurangi Pengangguran, Berdayakan Emak-emak dari Nilai Tambah Produk Olahan LeleSegala proses budi daya kala itu dilakukan secara mandiri oleh Gemma, mulai dari pembuatan kolam, pemilihan indukan, perawatan lobster dan air, serta riset. Semua proses yang dilewatinya itu, kini membuatnya paham betul dalam menghasilkan lobster yang berkualitas baik.
Kandungan gizi lobster air tawar juga tidak kalah dengan lobster air laut. Bahkan, lobster air tawar bisa dikatakan jauh lebih sehat karena memiliki kandungan lemak, kolesterol, dan garamnya lebih rendah ketimbang lobster air laut.
“Jadi bagi sebagian orang yang khawatir untuk mengonsumsi lobster tapi takut kolesterol naik, lobster air tawar ini bisa menjadi alternatifnya. Maka itu, ini adalah kesempatan bagus untuk memperkenalkan atau pun membudi dayakan lobster air tawar,” jelasnya.
Apalagi, lanjut Rama, lobster air tawar juga menjadi salah satu biota yang mudah dibudi dayakan dan dipelajari. Selain itu, modal untuk memulai usaha ini pun juga tidak terlalu besar, sehingga bisa dilakukan oleh siapa pun yang ingin memulainya.
Sementara untuk perkembangannya, menurut Rama, pasang-surut usaha sudah pasti menjadi bagian di dalamnya. Namun, faktor kerugian dan kendala yang dirasakan semua bisa diminimalisir dengan memahami dan menguasai soal perawatan dari lobster air tawar.
“Gemma Farm ini pun awalnya hanya bermodalkan lemari plastik, tapi kini bisa berkembang sangat pesat. Lobster air tawar saat ini juga terus mengalami permintaan di pasaran untuk kebutuhan konsumsi, sehingga bisa dikatakan pasarnya cukup baik,” jelasnya.
Baca juga: MUI: Wakaf Perlu Kontribusi Masyarakat, Jangan Hanya Bertumpu ke PemerintahUntuk itu, lanjut dia, melalui Gemma Farm ini diharapkan bisa mengajak seluruh lapisan masyarakat yang berminat untuk melakukan budi daya lobster air tawar. Sebab, saat ini kebutuhan di pasar akan lobster air tawar terus meningkat, sedangkan pasokan untuk hewan bercapit ini masih cukup terbatas dan belum mampu memenuhi kebutuhan pasar secara keseluruhan.
Tidak dipungkiri, produksi lobster air tawar di Indonesia bahkan bisa dikatakan masih sedikit. Terlebih, kebutuhan ekspor ke negara tetangga seperti Jepang dan China, akan lobster air tawar cukup besar.
“Bahkan Singapura dan Australia juga impor untuk memenuhi kebutuhan pasar mereka terkait lobster air tawar. Maka kami sudah sekitar lima tahun belakangan memberikan edukasi dan pelatihan kepada pemula untuk mulai mengembangkan usaha di sektor budi daya lobster air tawar,” katanya.
Untuk mendukung hal itu, pihaknya saat ini telah membuka sistem kemitraan. Hingga kini, diketahui mitra dari Gemma Farm telah berjumlah 2.200 mitra yang tersebar di seluruh Indonesia.
Rama menambahkan, melalui lobster air tawar ini juga diproyeksikan akan menjadi substitusi lobster air laut yang regulasinya hingga saat ini cukup ketat. Apalagi, dalam regulasi itu membatasi jumlah kebutuhan konsumsi lobster air laut, sehingga budi dayanya masih cukup terbatas.
“Bahkan, setelah kita tahu, orang yang konsumsi lobster air tawar dibandingkan dengan pebudi dayanya itu masih banyak yang konsumsi. Sehingga ini masih menjadi peluang yang berpotensi dan sangat menjanjikan,” ujarnya.
Baca juga: Bahtsul Masail: Aset Kripto Sah dalam Hukum Islam
Rama mengatakan, Gemma Farm secara rutin memberikan workshop kepada pemula yang berminat untuk menjadi pebudi daya lobster air tawar. Selain memberikan pelatihan, Gemma Farm juga turut memperkenalkan lobster air tawar, termasuk menjual alat budi daya, indukan, dan kebutuhan budi daya lainnya.
“Untuk pemula modal awal sebenarya hanya butuh niat, selebihnya untuk konsultasi di Gemma Farm ini juga kami berikan secara gratis. Harapannya ilmu dalam bidang ini tidak disia-siakan, tapi peluang yang ada harus dimanfaatkan,” tambahnya
(zul)