LANGIT7.ID-, Jakarta- - Festival Film Ajyal Qatar yang baru dibuka akhir pekan lalu mengangkat tema khusus tentang kreativitas film global dan kisah-kisah Palestina di tengah perang Israel yang sedang berlangsung di Gaza, serta berbagai ketidakadilan lainnya.
Edisi ke-12 festival bertajuk 'Momen yang Berarti' ini menyoroti penderitaan berkelanjutan yang dialami warga Gaza yang saat ini menjadi sasaran operasi militer Israel selama lebih dari setahun, serta tragedi regional lainnya - termasuk Sudan - di mana perang saudara telah menewaskan puluhan ribu orang dan menghancurkan berbagai wilayah negara tersebut.
Tahun ini, penyelenggara festival mendedikasikan sebuah segmen khusus untuk topik-topik terkait Gaza dengan menghadirkan antologi film pendek berjudul "From Ground Zero" yang merupakan bagian dari "Program Suara dari Palestina".
Dikuratori oleh sutradara Palestina Rashid Masharawi, koleksi 22 film pendek karya sineas Gaza ini memberikan pandangan mendalam tentang kehidupan sehari-hari warga Palestina di bawah perang serta harapan dan perjuangan mereka untuk bebas dari agresi Israel.
Film-film tersebut berdurasi tiga hingga enam menit dan mencakup berbagai genre mulai dari film naratif, animasi hingga dokumenter, seperti dilansir media setempat.
Karya-karya ini menampilkan film dari sineas Palestina termasuk Ahmed Aldanaf, Basil Almaqousi, Mustafa Annabih, Bashar Albabaysi, dan banyak lagi.
Festival ini juga akan mengikutsertakan 90 anak-anak dari Gaza yang terkepung, yang akan berpartisipasi sebagai juri dalam memilih film pemenang, kata menteri pendidikan Qatar, Lolwah Alkhater.
Fatma Hassan Alremaihi, direktur festival dan CEO Doha Film Institute, mengatakan: "Menyaksikan bencana di Gaza mengajarkan kita bahwa setiap momen itu penting, karena bisa jadi yang terakhir. Ini juga membuat kita melihat kebenaran mendasar bahwa kita memiliki kemampuan untuk menyalurkan kekuatan sinema untuk berbuat baik."
"From Zero Distance dimaksudkan sebagai penghormatan yang hidup untuk ketangguhan seniman Gaza yang tak tertandingi. Film-film pendek ini bukan sekadar kisah bertahan hidup; mereka mencatat kekuatan ekspresi artistik yang bertahan dan bertahan selama masa-masa terburuk," tambahnya.
(lam)