Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Menteri Fadli Zon Imbau Pentingnya Integrasi Tradisi Budaya dalam Inovasi Teknologi Pangan

lusi mahgriefie Ahad, 08 Desember 2024 - 15:00 WIB
Menteri Fadli Zon Imbau Pentingnya Integrasi Tradisi Budaya dalam Inovasi Teknologi Pangan
Fadli Zon dalam Seminar Nasional Strategi Program Pertanian Menuju Indonesia Swasembada Pangan, Aula Gedung Riset Perkebunan Nusantara (RPN) Bogor,
LANGIT7-Jakarta,- - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa fokus dari memajukan kebudayaan adalah bagaimana menghidupkan pangan lokal, yang merupakan bagian dari budaya masyarakat setempat dan tidak dapat dipisahkan.

“Termasuk bidang pertanian. Banyak ekspresi budaya yang terkait dengan segala sesuatu terkait padi mulai dari menanam hingga memanen. Bagaimana bersatunya petani dengan alam dan budaya, ini ada di kebudayaan kita masing-masing,” ujar Fadli Zon dalam pidatonya di Seminar Nasional Strategi Program Pertanian Menuju Indonesia Swasembada Pangan, Aula Gedung Riset Perkebunan Nusantara (RPN) Bogor, Sabtu (8/12/2024).

Menurutnya, kuliner adalah bagian dari produk budaya yang tidak dapat dipisah dari masyarakat. “Ini bagian yang kita ajukan ke UNESCO sebagai intangible heritage,” katanya.

Ia menambahkan bahwa tiga warisan budaya Indonesia yakni Reog Ponorogo, Kebaya, dan juga Kolintang telah menambah Warisan Budaya Takbenda Indonesia menjadi 16 warisan yang diakui UNESCO.

Baca juga:Menteri Fadli Zon Ajak Masyarakat Dukung Film Women From Rote Island Di Academi Awards ke 97

“Jamu yang salah satu diantaranya juga tentu memiliki keterkaitan dengan pertanian,” ungkap Fadli Zon.

Pada kesempatan itu Fadli mengajak semua pihak untuk bersama-sama memajukan pertanian di Indonesia, dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya ke dalam strategi pertanian. Serta memadukan inovasi teknologi yang berakar pada tradisi dan budaya.

Ia menyebutkan, salah satu kearifan lokal yang sudah diakui dunia adalah sistem Subak di Bali, yang juga ada di daerah lainnya di Indonesia dengan nama dan sistemnya sendiri.

“Termasuk bidang pertanian. Banyak ekspresi budaya yang terkait dengan segala sesuatu terkait padi, mulai dari menanam hingga memanen. Bagaimana bersatunya petani dengan alam dan budaya, ini ada di kebudayaan kita masing-masing,” ucapnya.

Seminar itu merupakan rangkaian kegiatan Muktamar VI STII yang mengangkat tema “Peran STII Mendorong Industri Pertanian 5.0 untuk Ketahanan Pangan 2025.”

Tema tersebut dipilih karena program swasembada pangan dalam rangka ketahanan pangan nasional selaras dengan nafas yang selama ini diperjuangkan oleh STII, khususnya dalam hal ketahanan pangan.

Mentri Fadli Zon tak lupa menyampaikan apreasiasinya terhadap sumbangsih STII bagi Indonesia sejak 1946, serta mengatakan bahwa tema seminar ini sejalan dengan visi dari Presiden. Terutama mengenai swasembada dan ketahanan pangan yang dari dulu telah menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Kita pernah mendapatkan penghargaan dalam hal pangan oleh FAO karena swasembada pangan.

Penghargaan tersebut didapat karena memprioritaskan pertanian. Persaingan kita kini dengan bangsa lain bukan dengan bangsa sendiri. Kini kita harus bersama-sama agar negara kita menjadi negara maju, diperhitungkan dunia, dan mencapai Indonesia emas, yang harus kita rintis mulai dari sekarang ini,” tutupnya

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)