LANGIT7.ID-Jakarta; Antony Blinken, Menteri Luar Negeri Amerika datang ke Turki hari Kamis. Kunjungan ini fokus membahas aspek kritis dalam menjaga stabilitas Suriah, terutama terkait bentrokan di wilayah utara antara pasukan Kurdi yang didukung AS dengan kelompok oposisi yang didukung Turki.
Pertemuan berlangsung di Bandara Esenboga, Ankara. Ini kunjungan pertama Blinken ke kawasan tersebut sejak pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad jatuh pada hari Minggu lalu.
Dalam pertemuan itu, Presiden Erdogan mengajak dunia internasional untuk sama-sama membangun kembali Suriah. Dia juga menegaskan bahwa Turki akan terus mengambil tindakan di Suriah untuk melawan kelompok yang dianggap teroris. Turki tidak akan kendor dalam memerangi ISIS.
Blinken mengatakan AS dan Turki punya tujuan yang sama: mendukung Suriah menuju pemerintahan baru yang lebih baik. Matthew Miller, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, menambahkan bahwa Blinken menekankan perlunya memastikan koalisi anti-ISIS bisa terus menjalankan misinya yang penting. Besok, Blinken akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan.
AS dan Turki memang sama-sama mendukung kelompok oposisi Suriah selama perang saudara 13 tahun ini. Tapi mereka berbeda pendapat soal satu kelompok: Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi.
SDF adalah sekutu utama AS dalam melawan ISIS. Masalahnya, SDF dipimpin oleh YPG yang oleh Turki dianggap bagian dari PKK - kelompok yang sudah berperang dengan Turki selama 40 tahun.
Sebelum ke Ankara, Blinken mengakui PKK memang ancaman bagi Turki. Tapi dia tidak ingin ada konflik baru di Suriah karena saat ini fokusnya adalah membentuk pemerintahan sementara yang lebih baik.
Seorang pejabat Turki mengatakan pembicaraan Blinken dengan Fidan besok akan fokus membahas Suriah. Menurutnya, Ankara siap mendukung Suriah menjadi negara yang aman dan stabil di bawah pemerintahan yang inklusif.
Beberapa hari lalu, pasukan pro-Turki berhasil mengambil alih kota Manbij di utara dari SDF. Pasukan SDF kemudian mundur ke timur Sungai Efrat. Kabarnya, AS dan Turki sudah sepakat soal penarikan pasukan ini.
Pihak Turki bilang serangan ke Manbij bertujuan membersihkan terorisme. Mereka juga memperingatkan AS bahwa tidak bisa menggunakan satu kelompok teroris untuk mengalahkan kelompok teroris lain.
Blinken khawatir ISIS akan memanfaatkan situasi ini untuk bangkit kembali di Suriah. Tapi AS bertekad tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Beberapa pejuang SDF juga mundur dari Tel Refaat dan sebagian Aleppo di barat. Sementara itu, badan intelijen Turki baru-baru ini menghancurkan 12 truk berisi rudal dan senjata berat milik YPG di timur laut Suriah.
(lam)