Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home masjid detail berita

15 Pandangan Imam Besar Al-Azhar tentang Perayaan Natal

esti setiyowati Rabu, 25 Desember 2024 - 18:37 WIB
15 Pandangan Imam Besar Al-Azhar tentang Perayaan Natal
Imam Besar Al-Azhar, Syeikh Ahmed Tayeb
LANGIT7-Jakarta,- - Tanggal 25 Desember dirayakan umat Kristiani sebagai Hari Natal. Di hari tersebut, sebagian masyarakat di Indonesia ikut meramaikannya dengan saling mengirim ucapan perayaan.

Namun, bolehkah umat Islam ikut memberi ucapan hari natal? Dalam Islam sendiri terdapat beberapa pandangan ulama akan hukum mengucapkan selamat natal. Ada yang melarang keras, tetapi ada juga yang membolehkannya.

Imam Besar Al-Azhar, Syeikh Ahmed Tayeb memberikan 15 pandangan terkait perayaan natal. Hal tersebut disampaikan Syeikh Ahmed Tayeb pada 25 Desember 2020 lalu.

Grand Syekh Al-Azhar adalah ulama yang gigih memperjuangkan gagasan kebangsaan dan nasionalisme di tengah-tengah masyarakat.

Salah satunya adalah konsep ahli dzimmah yang dinilainya sudah tidak berlaku di zaman sekarang.

Baca juga:Hukum Mengucapkan Natal Menurut Ustaz-Ustaz Kondang, Termasuk Ustaz Felix

Seperti dilansir Sanad Media, Rabu (25/12/2024), Syeikh Ahmed Tayeb mengatakan, pandangan yang melarang untuk mengucapkan selamat dan tahniah kepada pemeluk Kristiani, ucapan hari Natal, berasal dari pemikiran ekstrem (keras) yang tidak ada hubungannya dengan agama Islam.

Menurutnya sejak era 70-an abad 20 lalu, terjadi infiltrasi terhadap masyarakat Mesir yang berdampak pada kehidupan umat Islam dan Kristiani.

Upaya infiltrasi tersebut, lanjut Imam Besar Al-Azhar, mengalami kristalisasi yang kemudian dikenal sebagai "Kerahiban Baru Islam", masa di mana umat Islam selalu mempertanyakan halal dan haram dalam setiap langkahnya.

Kemudian, Syeikh Ahmed Tayeb mengatakann, orang-orang yang mengharamkan mengucapkan tahniah kepada umat Kristen atas hari raya mereka tidak menelaah falsafah Islam tentang interaksi dengan yang lain di luar agama Islam.

Bagi Syeikh Ahmed Tayeb, penganut Kristen adalah orang-orang yang berbelas kasih dan lemah lembut sehingga sifat dan karakter ini akan terus ada dalam diri mereka hingga hari kiamat.

Syeikh Ahmed Tayeb kemudian menyinggung tentang pendirian gereja dan masjid.

"Al-Azhar Mesir sama sekali tidak merasa aib dan terhina dalam urusan pembangunan gereja (tempat ibadah),"

"Agama Islam tidak anti pendirian gereja. Tidak ada di dalam Al-Qur'an dan sunah, nash atau dalil yang mengharamkan pendirian gereja".

"Tidak mungkin Al-Azhar melakukan intervensi untuk melarang dan mencegah pembangunan gereja".

Terkait itu, Syeikh Ahmed Tayeb menegaskan bahwa rumah ibadah tidak memerlukan undang-undang yang mengatur pembangunan tempat ibadah.

Karenanya, ia tidak setuju masjid didirikan di depan gereja, karena itu termasuk perbuatan menyakiti yang dilarang agama.

"Sebagaimana saya tidak setuju gereja didirikan di depan masjid, karena tentu akan menyakiti perasaan umat Islam juga," terangnya.

"Bumi Allah luas. Hendaknya masjid dibangun jauh dari gereja. Begitu pula hendaknya gereja dibangun jauh dari masjid".

Menurut Syeikh Ahmed Tayeb, pendirian tempat ibadah satu agama berdekatan dengan tempat ibadah agama lain adalah tindakan menyia-nyiakan ibadah dan tidak memfungsikan peran gereja dan masjid sebagai tempat ibadah.

"Tidak ada tuntutan dan perintah kepada saya sebagai seorang Muslim untuk melakukan penutupan gereja, memadamkan cahayanya, dan melarang pemeluk Kristen beribadah di dalamnya," katanya.

"Yang dituntut dan diperintahkan kepadaku sebagai Muslim adalah jika sampai terjadi gangguan dan serangan terhadap gereja, aku akan membelanya" tutupnya.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)