LANGIT7.ID, Jakarta - Duka belum usai, air mata belum kering. Kembali tersiar kabar ulama asal Jakarta, KH Lutfi Fathullah, meninggal dunia pada Ahad sore (11/7/2021). Kabar tersebut menambah deretan ulama Tanah Air yang berpulang ke rahmatullah. Sehari sebelumnya, Sabtu (10/7/2021), tokoh dan ulama kharismatik Betawi, KH Abdurrasyid Abdullah Syafi’i dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, KH Zainuddin Djazuli, juga menghembuskan nafas terakhir.
Umat Islam, terlebih pembelajar ilmu hadits di Tanah Air tentu tak bisa bisa melupakan jasa-jasa KH Ahmad Lutfi Fathullah. Bisa dibilang, pria kelahiran Jakarta Selatan pada 25 Maret 1964 itu merupakan inisiator digitalisasi hadits di Indonesia. Karya beliau itu bisa dilihat melalui Aplikasi Perpustakaan Islam Digital. Sebuah karya yang tak bisa terlupakan. Akan selalu terlalu dikenang, terkhusus oleh umat Islam.
Melansir laman neliti.com/id, saat membuat kajian hadits dalam bentuk digital, KH Ahmad Lutfi Fathullah menggunakan teknik observasi dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Pengaruh Ketua Baznas DKI Jakarta itu dalam perkembangan ilmu hadits di Indonesia tak diragukan lagi.
Beliau terinspirasi mendigitalisasi hadits saat mengenyam pendidikan di Universitas Yordania pada awal 1990. Ia sempat mengikuti seminar program digitalisasi hadits yang dilakukan oleh
Mu’assasah Shakhr yang berpusat di Kuwait kemudian pindah ke Kairo karena Perang Teluk. Dalam seminar itu, kitab
Shahih Bukhari dan
Mausu’ah Kutub al-Tis’ah berhasil didigitalisasi.
Dedikasi ulama lulusan Pondok Modern Darussalam Gontor itu dalam ilmu hadits juga ditunjukkan dengan mendirikan Pusat Kajian Hadits (PKH). Lembaga tersebut diresmikan langsung oleh eks Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo. PKH memiliki satu perpustakaan khusus hadits lengkap dengan banyak koleksi.
KH Lutfi Fathullah juga menyediakan perpustakaan digital di perpustakaan tersebut. Pengunjung bisa melihat karya-karya islami yang telah didigitalisasi seperti Maktabah Syamilah, Kutubut Tis’ah, ada pula Program Perpustakaan Digital (PDF), dan DVD Hadits dan Ilmu Hadits. Selain menciptakan digital hadits, PKH juga menciptakan sebuah situs lainnya untuk memudahkan umat berinteraksi dan memperdalam ilmu Alquran. Laman situs tersebut dapat dikunjungi melalui
www.alquranalhadi.com.
Latar Belakang dan PendidikanKH Lutfi Fathullah meninggalkan satu istri, Jehan Azhari, dan tiga anak yakni Hanin Fathullah, Muhammad Hadi Fathullah, dan Rahaf Fathullah. Ulama yang telah berkhidmat untuk kepentingan umat Islam melalui kajian hadits itu merupakan putra Betawi asli. Beliau adalah salah satu cucu Guru Mughni, seorang ulama Betawi kenamaan pada era 1800 hingga awal 1900-an.
Melansir laman NU Online, Lutfi kecil belajar mengaji pada pamannya, KH Ali Syibromalisi. Selepas itu, beliau menjadi salah satu santri di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Tak puas menimba ilmu di dalam negeri, beliau berkelana ke luar negeri. Ia melanjutkan pendidikan S1 di Damascus University, Fakultas Syariah, Jurusan
Fiqh wa Ushulihi dan S2 di Jordan University, Fakultas Syariah, mayor Hadits minor Tafsir. Tak sampai di situ, beliau menyeberang ke negeri seberang, Malaysia. Ia meneruskan pendidikan S3 Universiti Kebangsaan Malaysia, Fakulti Pengajian Islam dengan kajian utamanya Hadits.
Beliau juga pernah duduk berguru kepada KH Imam Zarkasyi, Prof. DR. Syeikh Muhammad Sa'id Ramadhan al-Buthi, Prof. DR. Syeikh Nuruddin 'Itr. Prof. DR. Syeikh Mustafa Diib al-Bugha, Prof. DR. Syeikh Wahbah al-Zuhaily, Prof. DR. Syeikh Hammam Abdurrahim Sa'id, Prof. DR. Muhammad al-Zuhaily, Syeikh Husein al-Khattab, Syeikh Abdul Qadir al-Arna'ut dan Syeikh Syu'aib al-Arna'ut.
Berbekal gelar dan ilmu yang mumpuni, beliau pernah didapuk sebagai pengajar di sekolah pascasarjana, antara lain di UI Jakarta, UIN Jakarta, UIN Bandung, UMJ, UM Solo, UM Bengkulu, UM Tangerang, Program Interdisciplinary Islamic Studies Mc Gill Canada-UIN Jakarta, Dosen Fakultas Ushuluddin di UIN Jakarta, UIN Bandung, IIQ Jakarta dan Pendidikan Mubaligh Al-Azhar Jakarta.
Maka tak heran jika ia dipercaya untuk menjadi salah satu pengurus di MUI DKI Jakarta. Ia menjadi Ketua Komisi Fatwa MUI DKI dan menjadi pengurus PWNU DKI Jakarta. Terakhir, beliau mengabdi sebagai Kepala Bazis Baznas DKI Jakarta sampai Allah SWT memanggilnya.
Harta Berharga KH Lutfi FathullahKH Lutfi Fathullah tak hanya aktif mengisi kajian. Beliau juga sangat lekat dengan karya tulis. Dalam dunia literasi, beliau pernah menulis buku-buku yaitu Hadits-Hadits Keutamaan Al-Qur`an; Hadits- Hadits Lemah dan Palsu dalam Kitab Durrat Al-Nasihin; Rumus-Rumus dalam Kitab Hadits dan Rijal Al-Hadits; Seri Hadits untuk anak 1-4 tahun, yaitu: Sayangi Kami Sayangi Sesama; Aku Anak Muslim; Aku Bisa Karena Belajar; Menuju Generasi Qur`ani; Menguak Kesesatan Aliran Ahmadiyah; dan Kembang Setaman Perkawinan (bersama).
Ada pula Wajah Baru Relasi Hubungan Suami-Istri (bersama); Pribadi Rasulullah SAW dalam Kitab Tawdihud Dala`il karya Guru Mughni Kuningan; Fiqh Nakerwan Hongkong; Memulai Perubahan Menggapai Kesuksesan; Tips Mengatur Gaji Nakerwan; Fiqh Khitan Perempuan; Jalan Santri Menjadi Ulama; Kamus dan Rumus Hadits.
Selain menerbitkan buku-buku cetak, Kiai Luthfi merintis pengadaan buku-buku Islam digital berbasis komputer, diantaranya CD Potret Pribadi dan Kehidupan Rasulullah SAW, dan DVD Hadits dan Ilmu Hadits.
(jqf)