LANGIT7.ID-Jakarta; Libur panjang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 berdampak serius terhadap distribusi Minyakita. Terhambatnya rantai pasok ini memicu kenaikan harga minyak goreng bersubsidi tersebut hingga mencapai Rp17.000 per liter, melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Situasi ini mendapat perhatian khusus dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Baca juga: Harga MinyaKita Melambung, DPR Desak Pemerintah Turun Tangan"Saat ini harga Minyakita memang masih berkisar Rp17 ribu, terutama di wilayah Indonesia timur. Berdasarkan pantauan tim PKTN di pasar Banten, hal ini terjadi karena banyak distributor yang belum beroperasi normal setelah libur," kata Menteri Perdagangan Budi Santoso di Jakarta, Jumat (3/1/2025).
Kondisi ini terjadi meski stok Minyakita di tingkat distributor masih terjamin. Kemendag mencatat keterlambatan proses distribusi pasca libur akhir tahun menjadi faktor utama melonjaknya harga di pasaran.
Baca juga:
Harga MinyaKita Tembus Rp18.000, Kemendag Siap Tindak Tegas Distributor NakalUntuk mengendalikan situasi ini, Kemendag akan berkoordinasi dengan produsen Minyakita pada pekan mendatang. Tim akan melakukan pemantauan intensif melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
"Target kami adalah memastikan harga tetap terjangkau sesuai HET. Tim akan turun ke lapangan pada tanggal 6 untuk melakukan pemantauan, termasuk di wilayah timur yang terdampak masa liburan ini," ujar dia.
Kemendag juga mengambil langkah tegas terhadap praktik penjualan yang merugikan konsumen. Pedagang yang melakukan bundling atau menggabungkan penjualan Minyakita dengan produk lain akan dikenakan sanksi.
Dalam perkembangan terbaru, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan strategis untuk melibatkan BUMN pangan dalam penanganan distribusi Minyakita.
"Presiden telah menginstruksikan agar Perum Bulog dilibatkan dalam pendistribusian Minyakita," kata Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi.
Pelibatan Bulog ini diharapkan dapat menjadi solusi persoalan disparitas harga yang selama ini terjadi. Tujuan utamanya adalah memastikan harga Minyakita sesuai HET sebesar Rp15.700 per liter di seluruh wilayah Indonesia, terutama kawasan timur yang sering mengalami lonjakan harga akibat rantai distribusi yang panjang.
(lam)