LANGIT7.ID- Los Angeles - - Tim BBC Earth mencoba mencari tahu mengapa
kebakaran di Los Angeles (LA) terjadi begitu hebat dan meluas begitu cepat. Pencarian dimulai dari tumbuh-tumbuhan hingga bara api yang beterbangan.
Nyala api menyebar dengan kecepatan yang mengerikan. Ketika penduduk lingkungan
Pacific Palisades di sebelah barat Los Angeles mulai melihat asap mengepul dari perbukitan di seberang rumah mereka pada pagi 7 Januari lalu, luas api sudah mencapai sekira 10 hektar. Dalam waktu 25 menit, tanaman itu telah berkembang hingga mencakup area seluas lebih dari 200 hektar.
Baca juga: Kebakaran di Los Angeles Terjadi Sejak Selasa Hingga Hari Ini, Apa Penyebabnya?Dalam beberapa jam setelahnya, kobaran api menyebar, melalap rumah-rumah, teater, restoran, toko, sekolah – dan seluruh komunitas. Kemudian pada pagi hari tanggal 9 Januari, kebakaran Palisades meliputi area seluas 17.234 hektar dan kebakaran lainnya terjadi di seluruh wilayah LA. Peristiwa ini menjadi salah satu kebakaran terburuk dalam sejarah LA, menurut kepala ahli meteorologi AccuWeather, Jonathan Porter.
Lalu apa yang menyebabkan kebakaran terjadi begitu hebat dan api begitu cepat menjalar? Lima foto ini kemungkinan bisa menjawab alasannya, sebagaimana melansir bbc.com, dilihat Selasa (14/1/2025).
1. Pertumbuhan tanaman rimbun yang begitu pesat![Lima Foto Ini Menjelaskan Mengapa Kebakaran Los Angeles Menyebar Sangat Cepat]()
Periode curah hujan lebat pada tahun 2024 terkait El Niño diperkirakan telah menyebabkan kondisi dengan risiko kebakaran yang tinggi pada musim dingin ini.
“Hujan sering kali dianggap sebagai hal yang buruk bagi kebakaran, dan jika hujan terjadi saat terjadi kebakaran, maka hal tersebut berdampak buruk bagi kebakaran tersebut,” kata Rory Hadden, peneliti ilmu api di Universitas Edinburgh.
Namun curah hujan sebelum kebakaran dapat menyebabkan banyak tumbuhnya vegetasi, yang kemudian menjadi bahan bakar potensial. “Dan kemudian kita memasuki periode cuaca yang lebih kering, dan kemudian vegetasi tersebut mengering dengan sangat cepat, dan jumlahnya semakin banyak. Jadi, kita dapat membuat lebih banyak bahan bakar," tambah Hadden.
Periode cuaca basah pada tahun 2024 diikuti oleh periode lebih kering menghasilkan “kondisi sempurna untuk penyebaran kebakaran hutan”, kata ilmuwan kebakaran hutan Maria Lucia Ferreira Barbosa, dari Pusat Ekologi & Hidrologi Inggris dalam sebuah pernyataan.
2. Hembusan angin Santa Ana![Lima Foto Ini Menjelaskan Mengapa Kebakaran Los Angeles Menyebar Sangat Cepat]()
Hembusan angin yang kuat turut mendorong kobaran api kian menjalar. Angin kencang menggerakkan api dari lereng gunung di sebelah barat Los Angeles bergerak cepat. Api merambat melalui vegetasi yang sudah mengering, kemudian menghabisi kawasan Pacific Palisades di dekat Santa Monica.
Kondisi angin yang panas dan kering menghilangkan kelembapan pada tanaman. "Terdapat tiga faktor utama dalam setiap kebakaran hutan: pemicunya, bahan yang mudah terbakar, dan oksigen," jelas Haddan. "Tapi yang membuat kebakaran [Los angeles] begitu luar biasa adalah kecepatan angin yang datang dari pusat Gurun California."
Angin ini dikenal sebagai angin Santa Ana atau Föhn yang menyebabkan kebakaran hutan berperilaku tidak menentu.
"Angin [Santa Ana] sangat kering dan bergerak dengan amat cepat. Begitu api mulai menyala, sangat mudah bagi angin untuk mencengkeramnya. Kobaran pun membesar dan menyebar begitu cepatnya," lanjut Hadden. "Kecepatan angin dilaporkan mencapai lebih dari 160 kilometer/jam. Ibaratnya, angin benar-benar mengipasi api dan mendorong api-api itu melintasi lanskap dengan sangat cepat dari mana pun asalnya."
3. Bara api![Lima Foto Ini Menjelaskan Mengapa Kebakaran Los Angeles Menyebar Sangat Cepat]()
Selain mengipasi kobaran api dan mendorong penyebarannya, angin-angin ini juga membawa bara api terbang jauh. Hadden menyebut bara api ini sebagai "firebrands" yang merupakan penyebab utama hilangnya struktur dalam kebakaran hutan.
"Jalan raya atau bangunan sebetulnya bisa menghalangi kobaran api," kata Hadden. "Tapi tidak ada yang menghentikan penyebaran bara api yang terbang ini."
Angin kencang memicu munculnya bara terbang dari tanaman yang terbakar. Bara api ini dapat menimbulkan kebakaran baru jauh dari kobaran api sebelumnya.
"Kami menerima laporan bahwa bara-bara api ini menempuh jarak puluhan kilometer. Bara mendarat di celah-celah di sekitar rumah dan tanaman hias, kemudian membakar rumah-rumah," kata Hadden.
Kalau bara api hanya menimbulkan kebakaran di satu rumah, maka tidak terlampau sulit bagi dinas pemadam kebakaran untuk memadamkannya. "Masalahnya sering kali puluhan rumah yang terbakar secara bersamaan akibat bara api. Kemudian setiap rumah menghasilkan lebih banyak bara api, semacam efek domino," kata Hadden.
Selain menyebabkan kerusakan pada gedung-gedung, bara api juga sangat berbahaya bagi orang-orang di sekitar lokasi kebakaran. "Rasanya seperti berada dalam pusaran bara api, tidak ada oksigen," kata Alec Gellis kepada CBS News, mitra BBC di AS, yang rumahnya terbakar.
"Saya nyaris tidak selamat. Untung saya masih sempat masuk ke mobil saya," kenangnya.
4. Bukit dan Ngarai![Lima Foto Ini Menjelaskan Mengapa Kebakaran Los Angeles Menyebar Sangat Cepat]()
Lanskap berbukit di wilayah Los Angeles turut meningkatkan risiko yang ditimbulkan kebakaran hutan. "Api akan menyebar dengan sangat cepat ke atas bukit," kata Hadden.
"Fitur geografis seperti ngarai dan jurang membuat perilaku api menjadi sangat ekstrem dan menantang. Sepertinya tidak mungkin bagi siapa pun untuk bisa melawan kobaran api dengan cara normal."
Topografi ini tidak hanya meningkatkan risiko penyebaran api, tetapi juga membuat evakuasi lebih sulit. Di daerah Palisades, jalan-jalan sempit di lereng bukit semakin mempersulit orang-orang untuk berusaha melarikan diri.
5. Perubahan iklim![Lima Foto Ini Menjelaskan Mengapa Kebakaran Los Angeles Menyebar Sangat Cepat]()
Untuk yang satu ini, disebut masih terlalu dini memastikan apakah perubahan iklim kebakaran menjadi faktor penyebab kebakaran Los Angeles. Di sisi lain, perubahan iklim telah dikaitkan dengan memburuknya kebakaran hutan secara global.
Matt McGrath dalam laporannya untuk BBC News menyebut peningkatan jumlah hari ketika kondisi cuaca dapat meningkatkan risiko kebakaran. Keadaan ini semakin diperparah perubahan iklim.
Hadden mengatakan perubahan iklim bukan semata menyebabkan dunia semakin panas, melainkan turut memicu bentangan kondisi ekstrem yang terjadi selama ini.
"Selain cuaca yang lebih panas, [perubahan iklim] juga dikaitkan dengan kondisi angin yang lebih ekstrem dan hujan yang lebih ekstrem yang memungkinkan vegetasi tumbuh," ujar Hadden.
"Jadi, tidak hanya menavigasi perubahan besar dalam bentuk kondisi lebih panas, lebih kering, tetapi juga lebih basah dan lebih berangin [cuaca], dan segala sesuatu yang disebabkan perubahan iklim. Itulah yang akan menentukan risiko ke depan."
Baca juga: Selebritis Hollywood Kehilangan Rumah Akibat Kebakaran di Los Angeles(lsi)