LANGIT7.ID-Profil dan biodata Raline Shah, termasuk pendidikannya yang merupakan alumnus National University of Singapore akan dibahas dalam artikel ini.
Nama Raline Shah menjadi perbincangan karena baru saja menjabat sebagai staf khusus menteri komunikasi dan digital (Menkomdigi) bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital.
Raline dilantik Senin (13/1/2025). Menkomdigi Meutya Hafid memberikan mandat khusus kepada Raline Shah untuk memperkuat kerja sama internasional dan meningkatkan literasi digital masyarakat.
"Ibu Raline Shah, kemitraan global tolong dikuatkan, edukasi digital tolong dijalankan," ujar Meutya dalam sambutannya, dikutip dari siaran live kanal YouTube Komdigi.
Profil dan Biodata Raline Shah Raline Rahmat Shah, nama lengkapnya, lahir di Jakarta, 4 Maret 1985. Perempuan 39 tahun tersebut mengawali karier di dunia hiburan dengan menjadi peserta ajang Puteri Indonesia 2008 mewakili Sumatera Utara.
Raline menghabiskan masa kecilnya di Jakarta dan Medan, sebelum pindah ke Johor Bahru, Malaysia pada tahun 1998.
Ia bersekolah di Kolej Tuanku Ja'afar, sebuah sekolah berasrama di Negeri Sembilan, Malaysia, di mana ia menjadi prefek yang bertugas memimpin murid-murid lain.
Selama bersekolah di sana, dirinya menyutradarai dua drama sekolah serta berakting dalam tiga musikal dan berbagai kegiatan teater.
Kesenangannya pada seni, membawa Raline menjadi bintang film. Kariernya di dunia film dimulai saat berperan sebagai Riani dalam film 5 Cm. Popularitasnya menanjak di Malaysia kala tampil di film Malaysia, Polis Evo 2.
Aktingnya mendapat pengakuan. Raline dinominasikan di Piala Citra pada Festival Film Indonesia 2015 sebagai Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik melalui perannya dalam film Surga Yang Tak Dirindukan.
Dia juga dinominasikan di Bandung Film Festival 2014 atas perannya dalam film Cahaya di Langit Eropa dan 2018 Indonesian Box Office Movie Awards atas peran di Surga yang Tak Dirindukan.
Lulusan National University of SingaporeRaline melanjutkan pendidikan tinggi di National University of Singapore, di mana dia mendalami ilmu politik dan menerima gelar sarjana dalam Ilmu Politik dan Media Baru & Komunikasi pada tahun 2007.
Semasa kuliah, Raline memiliki ketertarikan di bidang musik dan pernah menjadi vokalis untuk klub Jazz NUS dan tampil dua kali di Singapore International Festival of Arts.
Raline juga memiliki prestasi lain, dengan di antaranya dianugerahi Silver Youth International Award pada tahun 2002 dan Gold International Youth Award pada tahun 2003 untuk pencapaian menyeluruh dalam olahraga, kegiatan seni, dan dedikasi kepada masyarakat.
Dia juga menerima “Penghargaan Prestasi Akademik Studi Bisnis Terbaik” untuk hasil O-Level dan A-Level dan penghargaan Gold Duke of Edinburgh untuk eksplorasi, mendaki, dan kegiatan sosial.
Model brand terkenal Raline pernah menjadi salah satu ikon busana Indonesia pada tahun 2014 hingga 2015 untuk Harper’s Bazaar dan Elle Indonesia.
Dia juga pernah menjadi model Pantene untuk Procter & Gamble di Singapura, Indonesia, dan Malaysia pada tahun 2012. Raline juga merupakan brand ambassador untuk XL Axiata (2011), Unilever (2012-2013), Hemaviton (2014), Bank Mandiri (2015-2017), OPPO (2017), dan Wardah Cosmetics (sejak 2016).
Di luar film, Raline juga tampil di berbagai pertunjukan teater, terutama dengan peran utama dalam musikal cerita rakyat 2013, Timun Mas: The Musical,yang disutradarai oleh Rama Soeprapto, seorang sutradara teater terkemuka Indonesia yang pernah bekerja untuk Robert Wilson dalam salah satu teater eksperimental Amerika.
Semua pencapaian tersebut membuat Raline menjadi sosok publik yang menginspirasi masyarakat Indonesia secara luas, dan dikenal secara internasional oleh banyak artis Hollywood seperti Jeremy Renner, Anna Kendrick, Blake Lively, Bradley Cooper, Lady Gaga, Bella Hadid, David Foster, dan Henry Golding, hingga idol K-pop seperti Seungri, anggota grup musik BIG BANG.
Raline sering mengunggah fotonya bersama selebriti luar negeri di akun Instagram pribadinya yang sudah memiliki 10,1 juta total pengikut per Januari 2025.
Sosok dermawan Mengikuti jejak ibunya yang merupakan dermawan sekaligus pegiat YPAC Medan (Yayasan Pembinaan Anak Cacat), Raline memiliki hasrat untuk berkontribusi di bidang kemanusiaan dan memulai kerjasama dengan berbagai badan amal di Indonesia dan internasional.
Raline pernah menjadi sukarelawan untuk United Nation's High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan World Wide Fund for Nature (WWF).
Pada tahun 2016, Raline bekerjasama dengan 3 Little Angels meluncurkan “Love ReSolution”, sebuah kampanye yang berupaya menggalang dana untuk anak-anak sakit kritis yang membutuhkan perawatan intensif.
Kemudian pada tahun 2017, dirinya bersama Valencia Mieke Randa dan Vivy Tolgay mendirikan Rumah Harapan Indonesia, rumah singgah bagi anak-anak di bawah usia 17 tahun dengan penyakit tidak menular yang serius, seperti leukemia, kanker, tumor, kelainan fisik, dan kelainan tulang.
Badan amal yang didirikannya ini bertujuan untuk menyediakan akomodasi yang nyaman dan sistem pendukung bagi anak-anak dari daerah pedesaan yang melakukan perjalanan berobat ke kota-kota besar di Indonesia. Sejauh ini, sudah ada enam “rumah harapan” yang sudah didirikan di Indonesia.
Raline juga merupakan salah satu pendiri Yayasan Tunas Bakti Nusantara pada tahun 2018. Yayasan Tunas Bakti Nusantara merupakan sebuah organisasi amal untuk mengembangkan dukungan pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan pembangunan di daerah 3T (tertinggal, terluar, terdepan) di Indonesia.
Sebagai Staf Khusus Menteri, Raline Shah akan bertugas memberikan masukan strategis kepada Menkomdigi.
Fokus utamanya mencakup pengenalan dunia digital kepada masyarakat yang lebih luas serta membangun dan memperkuat kemitraan global di tingkat bilateral, regional, maupun internasional.
Raline Shah secara resmi menandatangani surat penunjukan berdasarkan Kepmenkomdigi Nomor 7/10 Januari 2025, yang juga ditandatangani langsung Meutya Hafid.
Dengan posisinya sebagai staf khusus menteri ini, Raline memiliki pangkat setara eselon Ib atau Jabatan Pimpinan Tinggi Madya. (*)
(hbd)