LANGIT7.ID, Bekasi - Kepergian Bupati Bekasi Eka Supria Atmadja untuk selamanya menjadi pukulan berat khususnya bagi warga Kabupaten Bekasi. Dalam kondisi pandemi Covid-19 yang berat ini, sosok bupati Eka Supria Atmadja dibutuhkan sebagai figur yang selama ini memiliki peran sentral memimpin penanganan Covid-19.
Namun, takdir Allah berkehendak lain. Dia dipanggil menghadap Yang Maha Kuasa di tengah perjuangannya melawan virus ganas itu. Semoga amal bakti almarhum diterima, diampuni segala dosanya, dan keluarga diberikan ketabahan.
Eka Supria Atmaja adalah sosok muda, tegas, santun, dan peduli kepada masyarakat. Dia selalu mengingat pesan kedua orang tuanya, agar menjadi pemimpin yang amanah dan jangan mengecewakan masyarakat. Eka lahir 9 Februari 1973, tumbuh di Desa Waluya Lemahabang, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Almarhum adalah putra dari pasangan H Ojoy Jarkasih dan Hj Enjuh Juhriah.
Hari ini, jenazah Bupati Bekasi tiba di rumah duka, RT 01/04, Kampung Lemah Abang, Desa Waluya, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pukul 10.30 WIB, Senin (12/7/2021). Begitu tiba di rumah duka dari RS Siloam Kelapa Dua Tangerang, jenazah almarhum dikebumikan di pemakaman keluarga.
Prosesi pemakaman dilaksanakan sesuai protokol kesehatan. Hanya pihak keluarga yang bisa mengikuti proses pemakaman tersebut. Seluruh keluarga yang hadir dipastikan telah melewati proses pemeriksaan kesehatan yang ketat.
"Hanya pihak keluarga yang bisa mengikuti proses pemakaman," kata Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Hendra Gunawan.
Kedatangan jenazah almarhum di Bekasi disambut warga di sejumlah titik jalan menuju kediaman dan pemakaman. Ratusan personel aparat Polres Metropolitan Bekasi siaga.
Bupati Bekasi wafat di RS Siloam, Kelapa Dua, Tangerang, Ahad (11/7/2021), pukul 21:30 WIB. Sebelumnya, dia diarawat di ruang unit perawatan intensif (ICU) RS Siloam karena positif Covid-19.
Dari situs resmi Kabupaten Bekasi, bekasikab.go.id, almarhum meninggalkan istri bernama Holilah, dan tiga buah hati. Jejak kepemimpinannya di dunia politik dimulai dari tanggung jawab yang ia pegang sebagai Kepala Desa Waluya selama dua periode, 2001-2006, dan 2006-2012.
Tahun 2014, Eka mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Kabupaten Bekasi dan terpilih dengan menduduki jabatan sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bekasi periode tahun 2014-2017. Pada tahun 2017, Eka Supria Atmaja mendapat mandat untuk maju di Pilkada Kabupaten Bekasi, yang kemudian menjadi Wakil Bupati mendampingi Neneng Hassanah Yasin.
(jak)