LANGIT7.ID-Bekasi; Benar benar bikin geger Bekasi. Bupati Kabupaten Bekasi, Ade Kuswara Kunang yang belum genap setahun menjabat sudah dicekik KPK. Yang mengejutkan juga, dia adalah bupati termuda yang disikat KPK. Dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan Ade Kuswara Kunang. Aksi pemberantasan korupsi ini diikuti dengan penyegelan ruang kerjanya di Gedung Bupati pada Kamis malam.
Juru Bicara KPK, Budi Peasetyo, mengonfirmasi penangkapan tersebut. "Benar, salah satunya," kata Budi di Jakarta, Jumat. Ia menambahkan bahwa Ade Kuswara saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik KPK.
Sebelum penangkapan bupati, tim KPK telah bergerak lebih dulu ke kantornya. Tiga orang penyidik yang mengenakan masker tiba pada Kamis sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah menunjukkan identitas, mereka langsung menuju ruang kerja bupati di lantai dua.
"Hanya setengah jam di dalam, mereka keluar dan dua pintu akses ruang kerja Bupati sudah dalam kondisi tersegel," ujar seorang petugas keamanan gedung. Ketiga penyidik tersebut diduga meninggalkan lokasi melalui akses samping yang terhubung dengan gedung lain.
Secara keseluruhan, OTT di Bekasi telah menjaring sepuluh orang. KPK memiliki waktu 1x24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum mereka.
Gelombang OTT KPK Sepanjang 2025OTT di Bekasi ini merupakan yang kesepuluh dalam gelombang operasi KPK sepanjang tahun 2025, yang menunjukkan intensifikasi pemberantasan korupsi. Operasi-operasi sebelumnya menargetkan berbagai sektor dan wilayah:
1. Maret: Menjaring anggota DPRD dan pejabat PUPR Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumsel.
2. Juni: Terkait dugaan suap proyek jalan di PUPR Provinsi Sumut.
3. Agustus (7-8): Menyasar kasus korupsi pembangunan RSUD di Kolaka Timur, melibatkan lokasi di Jakarta, Kendari, dan Makassar.
4. Agustus (13): OTT di Jakarta terkait dugaan suap kerja sama pengelolaan hutan.
5. Agustus (20): Menangkap Wakil Menteri Ketenagakerjaan (saat itu) Immanuel Ebenezer Gerungan terkait kasus sertifikasi K3.
6. November (3): OTT terhadap Gubernur Riau Abdul Wahid terkait dugaan pemerasan.
7. November (7): Menangkap Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko terkait suap jabatan dan proyek RSUD.
8. Desember (9-10): Menangkap Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya terkait gratifikasi.
9. Desember (17-18): OTT di Tangerang yang menjerat seorang jaksa, dua pengacara, dan enam pihak swasta, dengan uang sitaan mencapai Rp900 juta.
Dengan penyegelan ruang kerja dan pemeriksaan intensif, kasus Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang menjadi perkembangan terkini dari rentetan operasi KPK yang terus berlanjut hingga penghujung tahun.(*/saf/ant)
(lam)