LANGIT7.ID, Surabaya - Masjid Gedang Jombang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Nahdlatul Ulama. Rumah ibadah inilah yang menjadi tempat KH Hasyim Asyari belajar ngaji.
Baitullah ini terletak di Dusun Gedang, Desa Tembakrejo. Masjid Gedang Jombang didirikan oleh KH Abdus Salam, ulama sekaligus pendekar dari Pasukan Pangeran Diponegoro.
Kiai Abdus Salam dikenal sebagai Mbah Shoichah. Sebelum membangun Masjid Gendang Jombang, dia datang ke dusun permukiman warga yang dulunya hutan belantara.
Menurut silsilah, beliau termasuk keturunan Raja Brawijaya (kerajaan Majapahit) dengan garis keturunan Abdus Salam bin Abdul Jabbar bin Abdul Halim (Pangeran Benowo) bin Abdurrohman (Jaka Tingkir).
Mengutip
PP Bahrul Ulum, Mbah Shoichah 13 tahun bergelut dengan semak belukar dan kemudian dijadikan perkampungan yang dihuni oleh sekelompok orang.
Setelah berhasil mengubah hutan menjadi perkampungan, mulailah ia membuat gubuk tempat berdakwah yaitu sebuah langgar dan menjadi pesantren kecil.
Pondok tersebut dikenal masyarakat dengan sebutan Pondok Selawe atau Telu, dikarenakan jumlah santri yang berjumlah 25 orang dan jumlah bangunan yang hanya terdiri tiga lokal beserta mushallanya.
Masjid Gedang dikenal juga sebagai Masjid Selawe merujuk jumlah santri pertama binaan Kiai Abdus Salam. Baitullah itu menjadi satu-satunya masjid di kawasan Jombang dan menjadi mercusuar dakwah Islam.
Di masjid itulah pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asyari, belajar mengaji pada masa kecilnya. Hal ini disampaikan Dosen Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), Ahmad Ginanjar, dalam artikelnya yang dimuat di
alif.id.
"Di sini, di bawah cahaya lampu damar yang temaram, KH Hasyim menghabiskan malam-malam yang syahdu dan penuh keberkahan dengan belajar membaca Al Quran dan menghafalkannya," kata Ahmad Ginanjar.
Siapa sangka, kebesaran dakwah Nahdlatul Ulama saat ini dengan ribuan pesantren berdiri, bermula dari sebuah langgar kecil di sebuah dusun terpencil itu.
Dari masjid ini, kelak berdiri tiga pesantren khos NU, yakni Bahrul Ulum atau dikenal Pesantren Tambakberas, Tebuireng dan Denanyar.
(bal)