LANGIT7.ID-Setidaknya ada 5 menteri Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang dianggap tak terlihat kinerjanya.
Penilaian ini disampaikan oleh salah satu lembaga penelitian, Celios pimpinan Bima Yudhistira.
Dalam penilaian, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tercatat menjadi menteri/kepala lembaga yang paling tak terlihat bekerja versi Celios sebesar 9,47%.
Selanjutnya ada Menteri HAM Natalius Pigai. Padahal Natalius adalah menteri yang awalnya sangat populer karena meminta penambahan anggaran di kementeriannya untuk melaksanakan program kerja.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, juga dianggap tak terlihat kinerjanya.
Disusul Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, dan terakhir Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi.
Dikutip dari Instagram databoks.id, Celios mengevaluasi kinerja 100 hari Kabinet Merah Putih dengan menyurvei 95 jurnalis dari 44 lembaga pers yang memiliki wawasan mendalam tentang kinerja pemerintah.
Program MBG juga dinilai gagal Sementara itu, dikutip dari Greenpeace, program unggulan Presiden Prabowo, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu quick wins andalan kampanye Prabowo-Gibran saat Pilpres 2024, juga dinilai gagal dalam 100 hari pemerintahan.
Pemerintah mengalokasikan Rp 71 triliun dalam RAPBN 2025 untuk Program MBG, namun anggaran ini hanya mencakup periode Januari-Juni dengan asumsi Rp10.000 per porsi. Hingga akhir tahun, biaya diprediksi mencapai Rp 420 triliun, yang berisiko memperlebar defisit fiskal.
Peluncuran program pada 6 Januari untuk 600 ribu siswa di 26 provinsi menuai kritik terkait kuantitas, kualitas gizi, ketepatan pengiriman, dan menu makanan.
Greenpeace juga menyoroti potensi peningkatan food waste. Analisis Walhi menunjukkan tiap siswa menghasilkan 25-50 gram sisa makanan, menambah 425-850 ton sampah per hari.
"Meski penggunaan wadah stainless steel positif, peningkatan food waste ini berpotensi menambah emisi gas rumah kaca hingga 127,5-255 ton CO2e per hari,” kata Atha Rasyadi, Juru Kampanye Urban Greenpeace Indonesia.(*)
(hbd)