Langit7, Jakarta - Indonesia bercita-cita menjadi pusat industri halal global. Bahkan, Presiden Joko Widodo menargetkan agar cita-cita tersebut bisa dicapai pada 2024 mendatang.
Untuk itu, melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, pemerintah berupaya mendorong realisasi jaminan produk halal guna meningkatkan ekosistem halal di Tanah Air.
Baca juga: Mengenal Ibnu Khaldun, Bapak Sejarah dan Sosiolog ModernAdapun tugas dan fungsi BPJPH yakni menjamin kehalalan produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di Indonesia.
Kepala BPJPH, Muhammad Aqil Irham mengaku, pihaknya telah berupaya mendorong digitalisasi dan integrasi dalam sistem layanan JPH, dengan kemudahan layanan, biaya murah dan waktu singkat.
"Hal itu dilakukan demi mewujudkan Indonesia menjadi produsen halal nomor satu di dunia," kata dia dalam keterangannya, Minggu (16/1).
Lebih lanjut, di 100 hari kerja kepemimpinannya, tepatnya sejak 1 Oktober 2021 - 9 Januari 2022, dia mengaku telah mendorong BPJPH untuk mencapai berbagai target yang ada.
Baca juga: Ini Alasan Mengapa Nabi Muhammad Berasal dari Tanah ArabDi antaranya seperti total angka sertifikasi halal yang tercatat hingga mencapai 16.297. Dengan survey tingkat kepuasan pelanggan 84,5 persen.
Pihaknya juga terus mendorong pengembangan ekosistem halal di Tanah Air melalui program sertifikasi halal. Di mana dalam upaya itu dilakukan melalui beberapa langkah strategis.
"Langkah strategis itu seperti digitalisasi dan integrasi layanan antar aktor sertifikasi halal, kebijakan/peraturan tarif layanan, dan implementasi
self declaration bagi UMK," jelasnya.
Baca juga: Tri Mumpuni, Wanita Listrik yang Menyinari Pelosok DesaSelain itu, sambung dia, juga dilakukan pembentukan tim akreditasi lembaga pemeriksa halal (LPH), dan mendorong tumbuhnya LPH baru di daerah, serta menjalin pertemuan internasional untuk kerjasama JPH.
(zul)