Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 25 Mei 2026
home sosok muslim detail berita

Ini Alasan Mengapa Nabi Muhammad Berasal dari Tanah Arab

Muhajirin Senin, 10 Januari 2022 - 10:59 WIB
Ini Alasan Mengapa Nabi Muhammad Berasal dari Tanah Arab
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pakar Sirah Nabawiyah, Ustadz Budi Ashari, menjelaskan alasan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir berasal dari negeri Arab. Wilayah kebesaran baginda nabi berada di Makkah lalu hijrah ke Madinah.

Sebagian orang yang tidak menyukai Islam mempertanyakan alasan nabi terakhir berasal dari Arab. Di antara mereka bahkan ada yang meragukan dan mempertanyakan fakta tersebut. Muncul pula sekelompok orang yang membatasi Islam secara teritorial, sehingga muncul istilah Islam Indonesia, Islam Malaysia, hingga Islam Singapura.

Sebenarnya Al-Qur'an sudah menjawab persoalan tersebut. Allah berfirman dalam Surah Al-An'am ayat 123:

اَللّٰهُ اَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسٰلَتَهٗۗ
"Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya."

Ada dua pelajaran penting yang bisa diambil dari ayat tersebut. Pertama, Allah memiliki hak prerogatif termasuk hendak diberikan kepada siapa risalah kenabian itu. Allah yang berhak memilih siapa rasul dan nabi-Nya. Tidak ada yang ikut campur dalam pilihan Allah.

"Tugas kita adalah mengikuti dan mentaatinya. Maka tidak benar jika ada orang yang menggugat tentang mengapa rasul kita harus Arab, karena Allah Maha Tahu diberikan kepada siapa tugas kerasulan itu," kata Ustadz Budi Ashari dikutip kanal YouTube txtdrustadz, Senin (10/1/2022).

Kedua
, Allah yang lebih mengetahui hikmah di balik pemilihan rasul terakhir berasal dari negeri Arab. Ini kembali ke ayat di atas. Jika melihat sejarah bangsa Yahudi di Madinah, mereka tinggal di daerah tersebut untuk menunggu nabi terakhir. Ciri-ciri nabi terakhir sudah disampaikan dalam kitab suci mereka.

Namun mereka terkejut saat mendapat fakta terkait asal-usul Nabi Muhammad SAW, karena menduga nabi terakhir berasal dari masyarakat Bani Israil keturunan Ishaq AS. Nasab Rasulullah justru tersambung ke Nabi Ismail AS.

Para ahli sejarah sebenarnya sudah menganalisis hal ini. Dari analisis tersebut ditemukan bahwa Allah tidak sembarang menentukan pemilihan status nabi dan rasul. Ini karena para rasul membawa misi besar yang tak bisa diemban manusia biasa.

Ada dua kajian mengenai hal ini. Pertama, dilihat dari masyarakat. Hal ini ditegaskan dalam Surah At-Taubah ayat 97. Dia berfirman:

وَمِنَ الْاَعْرَابِ مَنْ يَّتَّخِذُ مَا يُنْفِقُ مَغْرَمًا وَّيَتَرَبَّصُ بِكُمُ الدَّوَاۤىِٕرَ ۗعَلَيْهِمْ دَاۤىِٕرَةُ السَّوْءِ ۗوَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

"Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada yang memandang apa yang diinfakkannya (di jalan Allah) sebagai suatu kerugian; dia menanti-nanti marabahaya menimpamu, merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."

Allah menyifati Arab Badui sebagai penduduk yang paling kafir dan paling munafik serta tidak mengetahui hukum yang dibawa para rasul. Justru itu menjadi bukti bahwa syariah Islam berasal dari Allah Ta'ala.

Terbukti, syariat Islam mampu mengubah masyarakat Badui yang sangat kafir dan munafik. Di antara mereka, setelah Islam hadir, muncul para pemimpin-pemimpin hebat. "Masyarakat yang sangat rusak, tidak tau aturan, tapi kemudian menjadi masyarakat yang sangat beriman dan mereka sangat menjaga hukum Allah," kata Ustadz Budi Ashari.

Maka itu, ketika syari'at Islam terbukti mampu mengubah masyarakat paling kafir dan munafik di muka bumi, maka sudah tentu akan lebih mudah di negeri lain.

"Tidak ada yang tidak bisa diselesaikan oleh syariat Islam, oleh syariat Allah, yang kalau kita ridha dengan syari'at, akan terjadi perubahan yang akan jauh lebih mudah mengubah dari pada Rasulullah mengubah masyarakat Badui," ucap pendiri Kuttab ini.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 25 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)