LANGIT7.ID-Jakarta; Tukak lambung adalah suatu kondisi di mana luka terbuka, yang dikenal sebagai duodenum, berkembang di lapisan lambung atau bagian pertama dari usus kecil.
Menurut situs kesehatan Halodoc, sakit maag dan tukak lambung sulit dibedakan karena sama-sama menyerang lapisan perut. Namun, sakit maag termasuk dalam peradangan umum dan tukak lambung adalah kondisi terkikisnya lapisan perut. Artinya, tukak lambung adalah gangguan yang lebih parah dari penyakit maag.
Sementara, perawatan yang tersedia untuk tukak lambung meliputi obat-obatan yang secara efektif menghilangkan bakteri H. pylori, mengurangi produksi asam, meningkatkan proses penyembuhan, dan meringankan gejala yang terkait. Namun, mengobati gejala sebelum kondisinya memburuk tentu menjadi langkah yang baik.
Berikut adalah lima tanda peringatan yang harus dipantau secara ketat untuk diagnosis dini:
1. Nyeri di perut bagian atasUlkus peptikum terjadi ketika lapisan pelindung lambung atau duodenum terkikis, membuat jaringan sensitif terkena cairan pencernaan yang bersifat asam. Paparan ini menyebabkan peradangan, iritasi, dan rasa sakit yang membakar atau menggerogoti di perut bagian atas, menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases.
2. Episode mual yang seringMual dapat terjadi pada penderita maag karena iritasi pada lapisan lambung, peningkatan asam lambung, gangguan proses pencernaan, dan stimulasi saraf, menurut Hopkins Medicine. Salah satu pendekatan potensial untuk mengelola gelombang mual yang berulang adalah melalui penggunaan pengobatan rumahan, yang menawarkan solusi efektif.
3. Mulas setelah kebanyakan makanMulas dapat terjadi setelah menderita maag karena peningkatan produksi asam lambung dan gangguan penghalang pelindung di lapisan perut, sehingga sulit untuk membedakan keduanya karena sensasi terbakar yang serupa. Kadang-kadang, rasa sakitnya begitu kuat sehingga terasa seperti "nyeri dada non-jantung", menurut American College of Gastroenterology.
4. Sering kembungUlkus perut dapat menyebabkan kembung karena peradangan dan iritasi yang ditimbulkannya di perut, yang menyebabkan penumpukan gas dan rasa tidak nyaman. Seseorang dapat memperoleh kelegaan dari masalah ini dengan menghindari pemicunya seperti makanan pedas dan mempraktikkan teknik manajemen stres, Ulcertalk.
5. Berdarah saat BABDr. Neil Sengupta, MD, seorang spesialis gastroenterologi di University of Chicago, menjelaskan kepada Reader's Digest bahwa ketika darah terdeteksi di saluran cerna bersamaan dengan nyeri perut bagian atas, kadang-kadang itu menandakan tukak lambung.(*)
(lam)