LANGIT7.ID--
Pemimpin yang baik adalah menyiapkan generasi yang tangguh untuk melanjutkan nilai-nilai yang diperjuangkan. Nilai-nilai yang dimaksud adalah nilai yang mulia guna mewujudkan kehidupan yang
adil dan sejahtera.
Pemimpin memantapkan nilai-nilai Islam menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang berkualitas. Pemimpin menyiapkan generasi tangguh yang penuh integritas dan rasa tanggung jawab terhadap berbagai persoalan umat.
Berikut ini
ayat-ayat Al-Quran tentang kewajiban pemimpin mempersiapkan generasi yang tangguh untuk melanjutkan perjuangannya:
1. Al-Quran Surat An-Nisa Ayat 9
وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا ٩
walyakhsyalladzîna lau tarakû min khalfihim dzurriyyatan dli‘âfan khâfû ‘alaihim falyattaqullâha walyaqûlû qaulan sadîdâArtinya: Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.
Baca juga: Penafsiran yang Berjauhan dengan Arti dan Tujuan Ayat-Ayat Al-Quran2. Al-Quran Surat Maryam ayat 5-11
وَاِنِّيْ خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَّرَاۤءِيْ وَكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا فَهَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّاۙ ٥5. wa innî khiftul-mawâliya miw warâ'î wa kânatimra'atî ‘âqiran fa hab lî mil ladungka waliyyâArtinya: Dan sungguh aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu.
يَّرِثُنِيْ وَيَرِثُ مِنْ اٰلِ يَعْقُوْبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا ٦6. yaritsunî wa yaritsu min âli ya‘qûba waj‘al-hu rabbi radliyyâArtinya: Yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Yakub, dan jadikanlah ia ya Tuhanku seorang yang diridai
يٰزَكَرِيَّآ اِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلٰمِ ࣙاسْمُهٗ يَحْيٰىۙ لَمْ نَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا ٧
7.
yâ zakariyyâ innâ nubasysyiruka bighulâminismuhû yaḫyâ lam naj‘al lahû ming qablu samiyyâArtinya: (Allah berfirman, “Wahai Zakaria, Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki, namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberi nama seperti itu sebelumnya.
قَالَ رَبِّ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ غُلٰمٌ وَّكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا وَّقَدْ بَلَغْتُ مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّا ٨8.
qâla rabbi annâ yakûnu lî ghulâmuw wa kânatimra'atî ‘âqiraw wa qad balaghtu minal-kibari ‘itiyyâArtinya: Dan (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak padahal istriku seorang yang mandul dan aku sesungguhnya sudah mencapai usia lanjut?
قَالَ كَذٰلِكَۗ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَّقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْـًٔا ٩9.
qâla kadzâlik, qâla rabbuka huwa ‘alayya hayyinuw wa qad khalaqtuka ming qablu wa lam taku syai'âArtinya: Allah berfirman, “Demikianlah”, hal itu mudah bagi Ku, sungguh engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal engkau belum berwujud sama sekali
قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِّيْٓ اٰيَةًۗ قَالَ اٰيَتُكَ اَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلٰثَ لَيَالٍ سَوِيًّا ١٠
10.
qâla rabbij‘al lî âyah, qâla âyatuka allâ tukalliman-nâsa tsalâtsa layâlin sawiyyâArtinya: Zakaria berkata, “Ya Tuhanku berilah aku suatu tanda, Tuhan berfirman, “Tandamu adalah engkau tidak bisa berbicara dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat
فَخَرَجَ عَلٰى قَوْمِهٖ مِنَ الْمِحْرَابِ فَاَوْحٰٓى اِلَيْهِمْ اَنْ سَبِّحُوْا بُكْرَةً وَّعَشِيًّا ١١
11.
fa kharaja ‘alâ qaumihî minal-miḫrâbi fa auḫâ ilaihim an sabbiḫû bukrataw wa ‘asyiyyâArtinya: Maka dia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu dia memberi isyarat kepada mereka, bertasbihlah kamu pada waktu pagi dan petang.
Baca juga: Kita Tidak Dapat Membenarkan atau Menyalahkan Teori-Teori ilmiah dengan Ayat-Ayat Al-Quran3. Al-Quran Surat Maryam Ayat 12-15 (Ciri-Ciri Generasi Ideal)
يٰيَحۡيٰى خُذِ الۡكِتٰبَ بِقُوَّةٍ ؕ وَاٰتَيۡنٰهُ الۡحُكۡمَ صَبِيًّا12.
Yaa Yahyaa khuzil Kitaaba biquwwatinw wa aatainaahul hukma saiyyaaArtinya: “Wahai Yahya, ambillah kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh.” Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi dia masih kanak-kanak.
وَّحَنَانًـا مِّنۡ لَّدُنَّا وَزَكٰوةً ؕ وَّكَانَ تَقِيًّا13.
Wa hanaanam mil ladunnaa wa zakaatanw wa kaana taqiyyaaArtinya: Dan Kami jadikan rasa kasih sayang kepada sesama dari Kami dan bersih dari dosa. Dan dia pun seorang yang bertakwa.
وَّبَرًّۢا بِوَالِدَيۡهِ وَلَمۡ يَكُنۡ جَبَّارًا عَصِيًّا14. Wa barram biwaalidayhi wa lam yakum jabbaaran 'asiyyaaArtinya: Dan sangat berbakti kepada kedua orang tuanya, dan dia bukan orang yang sombong (bukan pula) orang durhaka.
Baca juga: Turunnya Ayat-Ayat Al-Quran Sejalan dengan Pertimbangan Dakwahوَسَلٰمٌ عَلَيۡهِ يَوۡمَ وُلِدَ وَيَوۡمَ يَمُوۡتُ وَيَوۡمَ يُبۡعَثُ حَيًّا15.
Wa salaamun 'alaihi yawma wulida wa yawma yamuutu wa yawma yub'asu haiyaaArtinya:Dan kesejahteraan bagi dirinya pada hari lahirnya, pada hari wafatnya, dan pada hari dia dibangkitkan.
(mif)