Al-Quran bukan teks statis, melainkan kompas bagi masyarakat yang terus berubah. Modernisasi dalam tafsir menjadi niscaya agar wahyu tetap fungsional menyelesaikan silang sengketa manusia.
Al-Quran menantang setiap generasi untuk berpikir. Namun, mengaitkan wahyu dengan sains memerlukan ketelitian: hanya fakta ilmiah yang mapan yang boleh menjadi pijakan tafsir, bukan teori yang masih labil.
Ayat Seribu Dinar atau Qur'an surah At-Thalaq ayat 2-3 berbicara tentang konsep rezeki yang tidak bisa dihitung dan diduga oleh manusia. Berikut bacaan Ayat 1000 Dinar:
Syaikh Abdul Halim Mahmud mengatakan Jangankan Al-Quran, Kitab Taurat, dan Injil dalam bentuknya yang sekarang pun (Perjanjian Lama dan Baru) tidak menguraikan tentang wujud Tuhan
Keharaman makanan tertentu seperti babi, ancaman terhadap yang enggan menyebarluaskan pengetahuan, anjuran bersedekah, kewajiban menegakkan hukum, wasiat sebelum mati, kewajiban puasa, hubungan suami-istri, dikemukakan dalam belasan ayat surat Al-Baqarah.
Seorang imam harus memahami bahwa keadaan setiap makmum beraneka ragam. Memanjangkan salat bagi imam dianggap sebagai tindakan yang tidak dibenarkan dan mencerminkan sikap yang tidak bijaksana.
Pemimpin yang baik adalah menyiapkan generasi yang tangguh untuk melanjutkan nilai-nilai yang diperjuangkan. Nilai-nilai yang dimaksud adalah nilai yang mulia guna mewujudkan kehidupan yang adil dan sejahtera.
Pelestarian lingkungan dapat dilakukan dengan menjaga udara tetap bersih, menjaga tanah tetap subur, dan menjaga air bersih bermanfaat bagi kehidupan. Berikut ini ayat-ayat tentang kewajiban menjaga lingkungan.
Rufai bin Mihraan berjuluk Abu al-Aliyah adalah ulama, penghafal Al-Quran dan muhadditsin (ahli hadis). Beliau termasuk tabiin yang paling tahu tentang Kitabullah, paling paham terhadap hadis Nabi SAW.
Ayat-ayat Al-Quran sejalan dengan pertimbangan dakwah: turun sedikit demi sedikit bergantung pada kebutuhan dan hajat, hingga mana kala dakwah telah menyeluruh, orang-orang berbondong-bondong memeluk agama Islam.