LANGIT7.ID - Busana adalah kebutuhan dasar manusia selain makanan. Namun sayangnya, produksi baju di industri mode belum bisa lepas dari “fashion waste" atau sisa konsumsi. Kini limbah dari industri tersebut menjadi salah satu penyebab terbesar kerusakan lingkungan.
Melansir laman Ecowatch, Sungai Citarum di Jawa Barat disorot sebagai sungai paling tercemar di dunia akibat Industri tekstil yang mendukung bisnis mode di dunia. Hal serupa menjadi keprihatinan Dunia seperti Eropa dan Amerika.
Setelah tragedi mengenaskan di Rana Plaza, Bangladesh tahun 2013, membuat orang tersadar akan beban yang harus ditanggung oleh negara berkembang untuk memenuhi tuntutan "tren terkini". Dari peristiwa itulah gerakan sustainable fashion mulai menggema dan kesadaran eco fashion semakin kuat
Di Indonesia sendiri sudah terdapat Rumah Mode yang menerapkan konsep eco fashion, atau mode ramah lingkungan dan berkelanjutan, ini dia 7 merek busana lokal yang bisa bikin kita tetap modis sambil bantu menjaga bumi.
Pijak Bumi
(foto: instagram.com/pijakbumi)Pijak Bumi hadir untuk meramaikan pasar sepatu sneakers di Indonesia, tentunya dengan konsep yang berbeda dan lebih ramah lingkungan.
Sepatu ini menggunakan bahan kulit natural dan disamak dengan menggunakan ekstrak tumbuhan. Tumbuhannya bernama Kenaf, mengeluarkan oksigen delapan kali lebih banyak dibanding pohon lainnya. Proses pembuatannya juga sangat tidak melibatkan bahan kimia, hanya menggunakan mesin jahit agar tidak
Sejauh Mata Memandang
(foto: Instagram.com/sejauh_mata_memandang)Brand besutan Chitra Subyakto ini sebenarnya bukan menawarkan produk mode, melainkan tekstil dalam bentuk lembaran, sarung, selendang. Tekstil menawarkan desain dan motif yang menonjolkan kecintaan pada Indonesia. Biru menjadi warna utama brand tersebut.
Kain-kain dihadirkan dengan bahan pewarna yang tidak membahayakan lingkungan serta dibuat oleh para pengrajin dari berbagai daerah, mulai dari Jawa, Bali, hingga Sumba. Untuk penggunaan, kain-kain tersebut diaplikasikan sebagai rok atau celana lilit lalu dipadukan busana lain. Hasilnya akhirnya terlihat unik juga manis.
Seratus Kapas
![Waktunya Lirik Mode Berkelanjutan, Ini 7 Label Ramah Lingkungan]()
Begitu mendengar namanya, langsung terbesit makna dari label ini adalah baju-bajunya yang terbuat dari material kapas. Koleksi baju urban untuk wanita ini terbuat dari katun atau linen mentah, yang telah dicuci atau diwarnai sebelumnya.
Pewarnaannya pun dari bahan yang aman digunakan baik untuk lingkungan maupun para pekerja.
Cinta Bumi
(foto: Instagram.com/cintabumiartisan)Cinta Bumi merupaka label yang hadir meramaikan deretan mode berkelanjutan pada tahun 2015. Berbasis di Bali, label ini populer dengan motif etnik. Bahan-bahan yang dipilih juga didatangkan langsung dari Sulawesi Pusat seperti kertas mulberry dan pohon fikus sehingga lebih tahan lama dan nyaman saat dikenakan.
Imaji Studio
(proses pembuatan tekstil imaji studio. foto:Instagram.com/imajistudio)Imaji studio memiliki ciri khas pola kasar dan asimetri yang diterapkan pada setiap desainnya. Pola-pola tersebut menimbulkan keindahan tersendiri.
Imaji Studio menawarkan pakaian kasual dan aksesoris fashion untuk pria dan wanita yang terbuat dari bahan berkelanjutan termasuk pewarna alami dan kain tenunan tangan dari tanaman asli Indonesia.
Kana Goods
![Waktunya Lirik Mode Berkelanjutan, Ini 7 Label Ramah Lingkungan]()
Didirikan oleh Sancaya Rini, brand mode Indonesia ini memproduksi pakaian pria dan wanita yang terbuat dari bahan alami, terutama pewarna indigo dan batik tulis kontemporer. Inilah yang menjadikan kebanyakan produknya bernuansa biru, hal tersebut juga menjadi trademark bagi Kana Goods.
Misi merek ini adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang masalah lingkungan sambil menunjukkan nilai pewarna alami Indonesia. Selain penggunaan bahan-bahan alami, Kana Goods bertujuan untuk menghindari produksi berlebih dan limbah tekstil dengan menjadikan semua produknya satu ukuran untuk semua.
Hlaii
(foto: Instagram.com/hlaii_)Label ini, menurut keterangan dari akun Instagram resminya, didirikan dengan prinsip merancang busana yang menghasikan nol limbah tekstil, kalau toh ada dengan toleransi maksimal 15 persen.
Caranya, mereka tidak melibatkan pemotongan bahan, sehingga seluruh panjang kain dibuat menjadi desain yang berkesinambungan menggunakan teknik yang dikembangkan sendiri. Label ini membuat semua baju sesuai pesanan, yang berarti butuh waktu hingga dua minggu untuk menyiapkan pakaian.
Meskipun label ini masih tergolong baru di industri fesyen, selebritas papan atas Indonesia seperti Dian Sastrowardoyo, Yura Yunita, dan Gita Gutawa telah menjadi klien pada awal-awal berdirinya.
(arp)