LANGIT7.ID, Jakarta - Cerita Petinggi
Muhammadiyah saat lihat Mukidi berhijab dikisahkan oleh Abdul Mu'ti. Dia menilai fenomena kerudung kini bukan cuma identitas, tapi tren.
Abdul Mu'ti melihat saat ini masyarakat Indonesia didominasi oleh para Mukidi. Mereka inilah orang-orang muda, kaya, intelek, dermawan dan idealis.
Baca Juga: Muhammadiyah Andalkan Mukidi untuk Bangkitan Produk-Produk Halal"Mukidi dulunya orang-orang desa, masyarakat grassroot yang naik kelas menjadi middle class. Karena pendidikan memang membangun identitas sosial," ujar Sekjen Muhammadiyah tersebut dalam Webinar
Langit7.id bertema Potensi Besar Konsumen Muslim yang Belum Digarap Maksimal, Rabu (22/9/2021).
![Cerita Petinggi Muhammadiyah saat Lihat Mukidi Berhijab]()
Dari Mukidi inilah Abdul Mu'ti melihat
komunitas Muslimah di Indonesia yang meneganakan hijab atau jilbab bukan cuma identitas, tapi sebagai gaya hidup.
"Orang berjilbab bukan lagi menutup aurat tapi bagian dari hidup dan budaya, ini realitas baru yang menarik," ujarnya.
Baca Juga: Tren Halal Jadi Peluang Bisnis yang Sangat MenjanjikanDia melemparkan candaan bahwa semakin besar dan lebar hijab seseorang bukan lagi karena aliran Islam tertentu. Tapi karena memang Mukidi di balik layarnya.
"Karena semakin lebar dan panjang jilbabnya, berarti semakin mahal. Kan artinya bahan untuk itu (jilbab) besar, belum lagi untuk laundry, jadi berat," katanya.
(bal)