LANGIT7.ID, Jakarta - Muhammadiyah mengandalkan Mukidi untuk membangkitkan
produk-produk halal yang Islami. Kaum ini merupakan kelompok middle class yang sedang ramai di Indonesia.
Sekretaris Jenderal (Sekjen)
Muhammadiyah, Abdul Mu'ti mengatakan, Mukidi bukan lah nama seseorang, melainkan akronim dari golongan muda, kaya, intelek, dermawan dan idealis. Bisa disebut juga kelompok middle class untuk konsumen Muslim.
"Konsumen Muslim ini terbagi menjadi tiga, grassroot, middle dan elite. Untuk middle class atau Mukidi ini berasal dari grassroot yang naik kelas," kata Abdul Mu'ti dalam Webinar
Langit7.id bertema Potensi Besar Konsumen Muslim yang Belum Digarap Maksimal, Rabu (22/9/2021).
Kelompok Mukidi ini, kata dia, memiliki kemampuan ekonomi dan idealis. Mereka cenderung selektif dalam memilah-milih barang dan produk sehari-harinya. Sebab mereka merupakan smart costumer.
Baca Juga: Yaqut Cholil Qoumas: Pemerintah Perlancar Akses Produk Halal UMK ke Pasar InternasionalKonsumen kelas menengah ini juga cenderung mempertimbangkan kualitas dan halalnya suatu produk. Karena itulah mereka punya potensi besar membangkitkan ekonomi ummat dengan orientasi kebutuhan, gaya hidup dan kultur.
"Mereka mau halal way of life, halal lifestyle dan halal culture. Ini yang sedang berkembang dan meningkat di masyarakat kita," ujarnya.
Namun dia menilai ada sejumlah tantangan dalam mengembangkan kebutuhan tersebut. Sebab produk-produk halal berkualitas ini cenderung mahal dan menyangkut simbol-simbol Islam, belum lagi sulit dijangkau semua kalangan.
"Sedangkan kelompok grassroot cenderung pragmatis, artinya yang terpenting murah dan bisa didapati di mana saja, lalu banyak konsumennya (pasaran)," ujarnya.
(bal)