LANGIT7.ID-Jakarta; Kebangkitan industri halal nasional kembali didorong lewat gelaran Indonesia Halal Brands and Foods (IHBF) Expo 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 29–31 Mei 2026 di NICE PIK 2, Jakarta. Setelah vakum selama satu dekade, ajang ini diposisikan sebagai momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor demi memperbesar daya saing produk halal Indonesia di pasar dalam negeri hingga global.
Ketua Panitia IHBF Expo 2026, Rifda Ammarina yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang UMKM, menegaskan penyelenggaraan expo ini bukan sekadar pameran produk, melainkan ruang strategis bagi pelaku industri halal untuk membangun eksistensi sekaligus memperluas pasar.
“Bagi perusahaan ini waktu terbaik untuk branding dan memperkenalkan usaha. Bagi UMKM ini waktu terbaik untuk berdagang. Dan bagi kami ini momentum memperkuat kolaborasi agar produk halal Indonesia bangkit, berkembang, menjadi tuan rumah di negeri sendiri, dan go global,” ujar Rifda dalam keterangannya, dikutip Jumat (22/5/2026).
IHBF Expo sendiri terakhir kali digelar pada periode 2010–2016. Tahun ini, event tersebut kembali hadir dengan skala yang lebih besar karena diselenggarakan berbarengan dengan Java Jazz Festival 2026 yang diperkirakan mendatangkan sekitar 110.000 pengunjung.
Momentum itu dimanfaatkan untuk membuka peluang pasar yang lebih luas, terutama bagi produk makanan dan minuman halal yang akan tersedia untuk pengunjung Java Jazz maupun pengunjung expo.
Partisipasi pelaku usaha dan lembaga juga datang dari beragam sektor. Mulai dari industri kuliner, kopi, perbankan, farmasi, hingga lembaga sertifikasi halal dan regulator dipastikan ambil bagian dalam gelaran ini. Sejumlah nama yang terlibat antara lain Al Jazirah, Ayam Bumbu, Kopi Kapal Api, Kopi Kenangan, Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia, Kalbe Farma, BPJPH, LP POM MUI, dan Baznas.
Tak hanya menghadirkan pameran produk halal, rangkaian acara juga diisi dengan fashion show, talkshow, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, hingga akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir, termasuk Ketua Umum Kadin Indonesia, lima menteri, satu wakil menteri, satu kepala badan, serta pengusaha nasional Sandiaga Uno.
Dukungan terhadap penyelenggaraan ini juga datang dari pemerintah. Menteri Kementerian Perdagangan Budi Santoso menilai IHBF Expo dapat menjadi instrumen penting untuk memperkuat perdagangan nasional di sektor halal.
“Saya berharap IHBF Expo dapat menjadi platform penting dalam memperkuat perdagangan dan industri halal nasional, sekaligus memberikan akses pasar bagi produk halal lokal untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan global,” ujar Budi Santoso.
Apresiasi serupa disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Penyelenggaraan pameran industri halal tersebut diharapkan mampu ikut menggerakkan ekonomi umat.
(lam)