LANGIT7.ID, Jakarta -
Facebook marketplace adalah tempat bagi pengguna mencari, membeli dan menjual barang. Fitur ini mirip dengan
marketplace yang ada pada umumnya, seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee.
Namun, yang perlu dipahami para pelaku usaha ketika memosting jualan adalah memperhatikan karakteristik dan pengguna pada masing-masing
marketplace. Hal itu dilakukan untuk memberikan sasaran yang tepat kepada calon pembeli agar bisa mendapatkan transaksi.
Konten kreator dan praktisi jual-beli online, Sahlan Ridwan, mengatakan, banyak cara yang bisa meningkatkan penjualan sebuah produk. Selain menggunakan
marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan lainnya, media sosial seperti
Facebook juga dimanfaatkan.
Berikut ini adalah tips dari Sahlan yang sudah Langit7 rangkum, untuk para pelaku usaha agar mendapatkan transaksi atau pun meningkatkan penjualan produk.
RisetSebelum menawarkan produk yang akan dijual lewat postingan, pahami betul masing-masing platform yang akan dijual. Sebab, setiap
marketplace yang ada biasanya memiliki perbedaan pangsa pasar pula.
Baca juga: Lima Tips untuk Menjalani Bisnis UKM di Saat PandemiSelain melakukan riset lewat
google trends yang sudah sering dilakukan banyak orang, media sosial
facebook juga bisa digunakan untuk melakukan riset. Riset ini akan memberikan gambaran terhadap apa yang calon konsumen butuhkan saat mencari sebuah produk
Facebook.
“Terpenting dari riset adalah mengetahui secara pasti di kota mana produk yang akan dijual itu paling banyak diminati,” ujar Ridwan dikanal Youtubenya, Sahlan Ridwan.
KontenPersiapkan konten sejelas mungkin untuk mendapatkan perhatian dari pengguna
Facebook. Rata-rata pengguna media sosial berlogo huruf F ini digunakan oleh orang tua.
Untuk itu, lanjut Sahlan, dengan mengetahui bahwa pangsa pasarnya didominasi oleh orang tua akan membuat pelaku usaha bisa menyesuaikan produk yang akan dijual. Ia menyebutkan, biasanya orang tua ini memiliki karakterisitik yang lebih menyukai terhadap barang peralatan rumah tangga.
“Jadi sajikanlah konten yang tepat untuk ditujukan kepada orang tua yang aktif berinteraksi di Facebook. Tentukan pula dari kota mana saja mereka berasal, karena setiap daerah memiliki perbedaan kebutuhan,” jelasnya.
TrafficKebanyakan orang gagal dalam menjual produknya di media sosial karena tidak paham dengan traffic dagang. Traffic sendiri artinya sebuah upaya yang dilakukan oleh pelaku usaha untuk sebisa mungkin mendatangkan calon pembeli.
Baca juga: Tips Jadi Youtuber Sukses, Yosi Project Pop: Jangan Jadi Kreator LatahUntuk mendapatkan
traffic di
Facebook marketplace sendiri, pelaku usaha perlu membagikan secara luas postingannya ke grup jual-bel yang ada. Hal ini diyakini akan memudahkan calon pembeli untuk datang mengunjungi toko
Facebook yang dibuat oleh pelaku usaha.
“Terkadang ketika sudah posting, pelaku usaha sering menemui produknya sulit untuk laku terjual. Kuncinya hanya satu, bagikan sebanyak mungkin postingan itu ke grup jual-beli yang ada di
Facebook,” katanya.
Melalui hal itu, Sahlan menuturkan, pelaku usaha akan mendapatkan transaksi yang cukup signifikan. Pasalnya, tips di atas merupakan pengalaman pribadinya yang hingga kini masih ia terapkan.
Untuk itu, ia mengajak para pelaku usaha untuk bisa menyesuaikan konten atau postingan yang disajikan di
marketplace. Pasalnya, setiap
marketplace yang ada memiliki karakteristik dan pengguna yang berbeda-beda.
(zul)