LANGIT7.ID-Setiap manusia di muka Bumi ini pasti pernah dicoba dengan kesulitan. Tetapi setiap kesulitan selalu ada hikmah. Dan juga ternyata ada cara mengubahnya menjadi berkah.
Al Quran Surah Al-Insyirah 5-6 menyebutkan:
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
Kalau mencermati, kesulitan yang datang sebenarnya juga adalah tanda cinta Allah kepada kita, hambaNya.
Allah SWT berfirman, “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ dan mereka tidak diuji?” (QS. Al-Ankabut: 2)
Setiap kesulitan yang datang sebenarnya adalah tanda perhatian khusus dari Allah. Seperti seorang guru yang memberikan ujian lebih menantang kepada murid kesayangannya, Allah memberikan ujian kepada hamba-Nya yang Dia cintai.
Bukankah para nabi dan orang-orang saleh justru mendapat ujian terberat?. Dan di balik kesulitan, sebagaimana dikutip dari darunnajah.com, memiliki hikmah atau rahasianya tersendiri.
Rahasia di Balik Kesulitan1. Penghapus Dosa
Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada kesulitan yang menimpa seorang muslim, bahkan hanya tertusuk duri, kecuali Allah akan menghapus dosanya karenanya. Bayangkan, setiap kesulitan yang kita hadapi sebenarnya adalah proses pembersihan diri yang luar biasa.
2. Pengingat untuk Kembali
Saat segala sesuatu berjalan lancar, kita sering lupa bersyukur dan berdoa. Kesulitan hadir mengingatkan kita untuk kembali mendekat kepada Allah. Bukankah saat kesulitan datang, doa-doa kita justru lebih khusyuk dan lebih sering?
3. Peningkat Derajat
“Tidaklah Allah mengangkat derajat seorang hamba, kecuali dengan ujian.” Kesulitan adalah tangga untuk naik ke level kehidupan yang lebih tinggi. Seperti emas yang harus melalui proses pembakaran untuk menjadi perhiasan bernilai tinggi.
Bagaimana Mengubah Kesulitan menjadi Berkah?1. Perbaiki Cara Pandang
“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu…” (QS. Al-Baqarah: 216)
Mulailah melihat kesulitan bukan sebagai musibah, tapi sebagai kesempatan untuk bertumbuh. Seperti kupu-kupu yang harus berjuang keluar dari kepompong untuk bisa terbang dengan sayap yang kuat.
2. Tingkatkan Kesabaran
Sabar bukan berarti pasif menunggu. Sabar adalah tetap produktif dan optimis meski dalam kesulitan. Ingatlah kisah Nabi Ayyub yang tetap memuji Allah meski ditimpa berbagai ujian.
3. Perbanyak Doa dan Zikir
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.” (QS. Al-Baqarah: 186)
Jadikan kesulitan sebagai momentum untuk lebih dekat dengan Allah. Perbanyak istighfar, sedekah, dan amalan baik lainnya.
Kisah Inspiratif: Dari Kesulitan Menuju KesuksesanImam Syafi’i mengalami masa-masa sulit dalam menuntut ilmu. Beliau bahkan harus mengumpulkan kertas-kertas bekas untuk menulis karena tidak mampu membeli kertas baru. Namun, kesulitan ini justru mengantarkannya menjadi ulama besar yang karyanya masih kita pelajari hingga kini.(*)
(hbd)