Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 14 Mei 2026
home masjid detail berita

Islam Itu Mudah, Jangan Menyulitkan Diri Sendiri Apalagi Orang Lain

Muhajirin Sabtu, 12 Agustus 2023 - 22:00 WIB
Islam Itu Mudah, Jangan Menyulitkan Diri Sendiri Apalagi Orang Lain
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Akhlak yang baik merupakan perilaku yang mudah dan memudahkan sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Allah SWT akan memudahkan urusan orang yang memudahkan orang lain.

Namun, tidak sedikit orang yang terjebak kedalam akhlak yang sebaliknya, yakni menyulitkan orang lain. Ada kondisi berat atau sulit yang diberikan kepada orang lain. Seseorang dikatakan sulit ketika tidak lapang dalam perkara-perkaranya.

Founder Formula Hati, Ustadz Muhisnin Fauzi, mengatakan, akhlak menyulitkan berlaku bagi diri sendiri ataupun orang lain. Seseorang sebenarnya didorong untuk mengambil hal yang mudah, baik untuk urusan agama maupun urusan dunia.

"Contoh urusan dunia seperti pilihan pakaian, makanan, bentuk rumah, dan sebagainya. Ini adalah profil Nabi. Ketika seseorang itu menyulitkan diri sendiri, misal karena dasarnya pelit atau adanya kesombongan, maka ia akan cenderung menyulitkan orang lain juga," kata Ustadz Fauzi dalam Kajian Akhlak dan Adab Formula Hati, dikutip Sabtu (12/8/2023).

Ustadz Fauzi mengatakan, umat Islam dilarang menyulitkan diri dalam urusan agama. Jika ada satu kasus dan ada beberapa pilihan, agama mengajarkan kita untuk mengambil yang mudah. Ada orang yang memperat diri mereka sendiri, maka Allah memperberat diri mereka.

"Ada urusan kependetaan yang mereka buat-buat sedangkan Allah tidak menetapkan urusan ini. Ada orang-orang yang berlebihan dalam urusan agama, misal tidak menikah dan tinggal seterusnya di rumah ibadah atas nama agama. Namun, Islam tidak mengajarkan hal ini," kata Ustadz Fauzi.

Ibnu Qayyim mengatakan, Nabi Muhammad SAW melarang untuk menyulitkan diri sendiri. Dari Anas RA ia berakat, "Ada tiga orang datang ke rumah istri-istri Nabi SAW untuk menanyakan tentang ibadah kepada beliau SAW. Kemudian setelah mereka diberitahu (tentang ibadah Nabi SAW), mereka menganggap ibadahnya sangat sedikit.

Mereka berkata, “Kami tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Nabi SAW! Dia SAW telah diberikan pengampunan atas semua dosanya baik yang lalu maupun yang akan datang."

Salah satu dari mereka berkata, "Adapun saya, saya akan berdoa malam selamanya." Kemudian orang yang lain menjawab, “Sedangkan saya, saya akan berpuasa terus menerus tanpa berbuka. Kemudian yang lain berkata, "Sementara aku akan menjauhi wanita, aku tidak akan menikah selamanya."

Lalu, Rasulullah SAW mendatangi mereka dan berkata, "Benarkah kalian yang mengatakan ini dan itu? Demi Allah! Sesungguhnya aku adalah orang yang paling bertakwa kepada Allah dan paling bertakwa kepada-Nya di antara kamu. Tetapi saya berpuasa dan saya juga berbuka (tidak puasa), saya shalat (malam hari) dan saya juga tidur, dan saya juga menikahi wanita. Oleh karena itu barang siapa yang tidak menyukai sunnah saya, maka dia tidak termasuk golongan saya.” (HR al-Bukhâri no. 5063 dan Muslim no. 1401)

Ustadz Fauzi menjelaskan, jika seseorang memudahkan diri dan orang lain, maka Allah akan memudahkannya di akhirat nanti. Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada umatnya untuk memudahkan. Hal yang terkadang membuat sulit itu adalah sifat riya.

"Agama ini berat. Barangsiapa yang tidak sabar, maka akan ditinggalkan. Hendaklah seseorang mengambil yang ia mampu. Jika engkau perberat, maka akan semakin berat karena dasarnya sudah berat. Ambillah karena engkau tidak mengetahui kapan ajalnya datang," kata Ustadz Fauzi.

Ibnu Hajar mengatakan, "tidaklah seseorang terlalu berlebihan dalam urusan agama dan ia tidak menyayangi dirinya/ kecuali ia akan menjadi lemah dan futur."

Menurut Ustadz Fauzi, dampak akhlak menyulitkan banyak memberikan mudharat kepada dirinya, baik untuk urusan dunia maupun agama. Termasuk ke dalam perilaku yang tidak pantas. Ketika seseorang sulit beradaptasi, dia bisa jadi bersikap tidak pantas.

"Menimbulkan situasi buruk untuk orang lain, dan putusnya banyak kebaikan," ujar Ustadz Fauzi.

Ada beberapa faktor penyebab karakter menyulitkan. Pertama, Kurangnya ilmu. Seseorang yang kurang ilmu agama akan cenderung menyulit-nyulitkan dalam beragama. Kedua, karakter dasarnya sudah seperti ini, yakni berlebihan dalam menyikapi masalah.

"Ketiga, rakus, sehingga tidak mudah untuk berbagi. Keempat, overthinking, yakni berlebihan dalam berpikir. Kelima, salah didik atau salah asuhan. Keenam, kurangnya humanisme. Ia tidak berempati dengan orang lain dan cenderung individualis," tutur Ustadz Fauzi.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 14 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:52
Ashar
15:13
Maghrib
17:47
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)